PADEK.JAWAPOS.COM-Detik berganti menit, menit berganti menjadi jam, jam berganti dengan hari, hari berganti menjadi pekan, pekan berganti menjadi bulan, bulan berganti menjadi tahun. Bermacam kejadian dan peristiwa yang sudah mengiringi setiap langkah kehidupan manusia ditahun ini.
Dengan berakhirnya bulan Dzulhijjah, umat Muslim akan memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1446 Hijriah. Bulan Muharam menjadi titik awal kemajuan Islam. Sebab, dibulan ini terjadi peristiwa yang sangat besar, hingga membuat Islam semakin kuat.
Setelah peristiwa ketidak-nyamanan yang terus menerus dilakukan oleh kaum kafir Quraisy kepada kaum Muslimin yang berada dikota Makkah. Hingga nabi Muhammad SAW memutuskan untuk Hijrah kekota Madinah.
Sama halnya ditahun ini, hendaknya titik awal bagi kita untuk merubah diri kearah yang lebih baik dan mempersiapkan bekal untuk menuju hari esok. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (Akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr: 18).
Menariknya, tahun baru Islam kali ini berdekatan dengan tahun ajaran baru 2024-2025. Tentu bagi Guru, ini menjadi sebuah momentum yang paling pas untuk melakukan setidaknya dua hal. Yang pertama, melakukan Evaluasi. Yang kedua, melakukan rancangan kegiatan selama dua semester kedepan.
Pertama, Evaluasi. Bagi seorang yang beriman akan merasakan bahwa imannya kadang-kadang bertambah dan berkurang. Jika dievaluasi, tahun yang lalu imannya selalu berkurang, maka tahun ini mesti bertambah dan menjadi lebih baik. Bagi seorang guru melakukan Evaluasi merupakan tugas yang sangat penting.
Tugas pokok guru dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 adalah merencanakan pembelajaran, mendidik, dan melaksanakan evaluasi. Mengevaluasi berarti mengukur sejauh mana pemahaman siswa dalam menguasai materi yang sudah diajarkan.
Kadangkala proses evaluasi ini dijadikan ajang “balas dendam” oleh guru untuk menakut-nakuti siswa, sehingga siswa diharapkan lebih giat lagi untuk belajar dimata pelajaran yang diampu oleh guru tersebut.
Soal mudah, sedang, sukar sampai soal sangat sukar diberikan kepada siswa. Hingga siswa merasa stress keluar dari ruangan ujian. Agaknya itu yang diharapkan oleh guru.
Jika terjadi hal demikian, maka melalui tahun baru dan tahun ajaran baru ini, coba dilakukan perbaikan. Evaluasi bukan ajang dalam memperlihatkan kehebatan guru dalam membuat soal-soal sulit.
Tapi untuk melihat dari tujuan pembelajaran yang disusun oleh guru itu, berapa poin yang sudah dicapai dan berapa poin yang sudah mereka praktekkan.
Kedua, melakukan rancangan atau rencana kegiatan yang akan dilakukan selama dua semester kedepan. Bagi orang yang beriman, setelah melakukan evaluasi, dan melihat imannya turun ditahun lalu, maka ia mesti merencanakan amalan yang bisa menguatkan imannya ditahun ini.
Bagi guru juga demikian, sudah tidak asing lagi dengan kata Promes atau Prosem (program semester) dan Prota (program tahunan). Masing-masing guru sudah menyiapkan seluruh perangkatnya untuk dua semester kedepan.
Namun tidak banyak dari guru menyiapkan Promes, Prota dan perangkat lainnya yang menuliskan poin akhlak baik apa yang akan siswa praktekkan jika pembelajaran telah usai.
Banyak dari guru hanya fokus pada materi yang diajarkan. Hingga keburukan yang sama ditahun lalu masih saja terjadi. Mereka cerdas secara akademik tapi buruk dari segi akhlak.
Melalui tahun baru Islam dan tahun ajaran baru ini menjadi titik awal bagi kita orang yang
beriman dan bagi kita para guru untuk hijrah kearah yang lebih baik, dengan cara mengevaluasi diri dan melakukan rancangan kegiatan selama dua semester kedepan. Sehingga iman kita selalu naik. Dan menghadirkan guru yang hebat dan siswa yang hebat pula. (Ali Nasuha, M.Pd, GURU PONPES MODERN AL-KAUTSAR MUHAMMADIYAH SARILAMAK)
Editor : Novitri Selvia