Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP Negeri 3 Kecamatan Lareh Sago Halaban, Berbahasa di Bulan Bahasa

Novitri Selvia • Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:10 WIB

MATANGKAN PERSIAPAN: Para guru SMP Negeri 3 Kecamatan Lareh Sago Halaban sedang merampungkan persiapan kegiatan lombamenulis puisi. (TIM LAMAN GURU)
MATANGKAN PERSIAPAN: Para guru SMP Negeri 3 Kecamatan Lareh Sago Halaban sedang merampungkan persiapan kegiatan lombamenulis puisi. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Oktober dipilih sebagai bulan bahasa dan satra tentu merujuk pada sejarah bangsa. Tanggal 28 Oktober 1928 pemuda Indonesia bersumpah yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Bagian dari sumpah poin ketiga naskah Sumpah Pemuda itu adalah “Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Ditetapkan pula bahasa resmi yang akan digunakan untuk berkomunikasi atau bermasyarakat yakni bahasa Indonesia.

Bahasa dapat dikatakan sebagai senjata pemersatu bangsa. Hal tersebut bahkan telah bergaung sejak Indonesia belum merdeka, yakni saat mengikrarkan Sumpah Pemuda oleh pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928.

Oleh karena itu Sumpah Pemuda yang dahulu di ikrarkan maka Indonesia memeringati bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Sastra. Berdasarkan hal tersebut maka guru Bahasa Indonesia SMP se Kabupaten Limapuluh Kota melalui forum MGMP mengelar acara lomba menulis puisi untuk ikut memperingati bulan bahasa.

Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2024 bertempat di Folka. Kita sebagai masyarakat Indonesia bisa memperingati Bulan Bahasa dan Sastra melalui berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan menulis puisi. Guru menuangkan inspirasi melalui bahasa puisi.

Folka Cultural Space ini merupakan tempat yang tengah hits di Sumbar, pasalnya coffee shop ini dibangun di tengah hutan pinus yang rindang dan membuat tempat ini begitu menakjubkan.

Pengunjung akan dibuat takjub akan keindahan panorama alam di sana karena beda dari yang lain. Folka Cultural Space  ini banyak jadi incaran para muda-mudi dan keluarga yang ingin bersantai minum kopi sambil melihat keindahan hutan pinus.

Keindahan hutan pinus suatu pilihan yang bagus oleh pengurus MGMP Bahasa Indonesia. Karena keindahan hutan pinus yang berjejer dilereng gunung tentunya menghilangkan rasa penat guru. Kalau keindahan sudah ada didepan mata maka keceriaan dan kebahagian akan terpancar melalui pandangan mata.

Guru yang setiap hari berhadapan dengan wajah-wajah siswa yang duduk berjejer dibangku kelas. Bermacam ragam tingkah lakunya dan gayanya. Terkadang membuat guru bahagia, terkadang membuat guru kesal, terkadang membuat guru marah. Namun, semua itu merupakan keindahan yang ada dilingkungan sekolah.

Keindahan alam tentunya dapat menginspirasi guru yang punya keinginan untuk menulis puisi. Kebahagian terpancar dari masing-masing wajah guru. Beragam judul puisi dan bermacam makna puisi diciptakan oleh guru-guru bahasa Indonesia.

Seperti goresan tinta Reni Marlina, S.Pd guru SMPN 3 Kecamatan Lareh Sado Halaban menulis puisi berjudul “Ranting” isi puisinya menggambarkan kehidupan seseorang yang telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Lain halnya puisi yang ditulis oleh guru Bahasa indonesia dari sekolah lain.

Ada yang menulis tentang keindahan alam. Ada yang membahasakan penjajahan karakter melalui bahasa pusisnya. Beberapa orang guru berbahasa tentang pendidikan melalui bahasa indah pusinya. Ada beberapa guru menulis puisi tentang perjuangan hidup.

Di sela–sela serius menulis puisi salah seorang peserta berkelakar sehingga memecah gelak tawa para peserta lomba. Ceria, bahagia, senang, itu yang dirasakan oleh peserta lomba.
Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Bahagia berawal sebuah tindakan.

Tindakan yang dilakukan oleh pengurus MGMP Bahasa Indonesia merupakan tindakan untuk menuju kebahgiaan bagi guru-guru Bahasa Indonesia. Kebahagian adalah salah satu harta yang tidak nampak oleh kasat mata namun dapat dirasakan .

Mari rayakan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia secara antusias, karena kalau bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi?

Berbahasa di bulan bahasa melalui puisi-puisi guru se Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil puisi ini akan dicetak dijadikan kumpulan puisi oleh pengurus MGMP Bahasa Indonesia. (Reni Marlina, S.Pd, Guru SMPN 3 Kecamatan Lareh Sago Halaban)

Editor : Novitri Selvia
#SMP Negeri 3 Kecamatan Lareh Sago Halaban #Folka Cultural Space #hutan pinus #sumpah pemuda #bulan bahasa dan sastra