Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPTD SMP Negeri 3 Lareh Sago Halaban: Matematika Realistik, Tingkatkan Kemampuan Matematis Siswa

Novitri Selvia • Rabu, 18 Desember 2024 | 12:55 WIB

AKRAB: Para guru yang tergabung dalam Balai Guru Penggerak Sumbar terlihat kompak saat mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas guru matematika jenjang SMP se-Sumbar.(TIM LAMAN GURU)
AKRAB: Para guru yang tergabung dalam Balai Guru Penggerak Sumbar terlihat kompak saat mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas guru matematika jenjang SMP se-Sumbar.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Jelang akhir tahun 2024 Balai Guru Penggerak Sumatera Barat mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas guru matematika jenjang SMP se-Sumatera Barat melalui diklat pembelajaran matematika realistik.

Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 14 s/d 16 Desember 2024 di Hotel Mercure Padang dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang guru matematika SMP yang berasal dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Nara sumber dari kegiatan ini adalah bapak/ibu dosen yang tergabung kedalam sebuah yayasan yang diberi nama dengan Yayasan Pembina Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (YPMIPA) Jawa Timur. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sub Bagian Umum BGP Sumatera Barat, Rita Yenis, S.Si, M.T.

Dalam pembukaannya beliau mengajak seluruh peserta kegiatan diklat untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik mungkin, beliau juga berharap setelah kegiatan ini bapak dan ibu guru mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Materi yang dibahas pada diklat kali ini antara lain, Realistic Math in Number & Geometry. Apa itu pembelajaran matematika realistik.

Realistic Mathematics Education (RME) atau yang dulunya dikenal dengan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah sebuah pendekatan belajar matematika yang menempatkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mempermudah siswa menerima materi dan memberikan pengalaman langsung dengan pengalaman mereka sendiri.

Masalah-masalah realistis digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep atau pengetahuan matematika formal, dimana siswa diajak bagaimana cara berpikir menyelesaikan masalah, mencari masalah, dan mengorganisasi pokok persoalan.

Critical Thinking

Pada kehidupan sehari-hari terkadang kita dilatih untuk dapat berfikir kritis (critical thinking). Cara ini dilakukan agar kita dapat mengatasi berbagai masalah dengan menemukan solusi secara cepat dan tepat.

Literasi Matematika

Literasi matematika adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengomunikasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan ini melibatkan keterampilan untuk menganalisis situasi dan masalah yang berkaitan dengan angka, pola, geometri, statistik, dan probabilitas, kemudian menerapkannya untuk memecahkan masalah praktis, bukan hanya menghafal rumus atau teknik.

Mengingat dunia ini semakin banyak berbasis pada data dan angka, memiliki literasi matematika yang baik membantu kita untuk membuat keputusan yang logis, menyelesaikan masalah praktis, dan memahami data yang relevan. 

Realistic Math in Statistic & Teknologi dalam Pembelajaran Matematika

Pada materi ini guru-guru diperkenalkan dan dibimbing dalam membuat media ajar berbasis IT, sehingga kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan.

Pada materi ini guru-guru diperkenalkan dengan soal-soal HOTS berbasis PISA dan menjawabnya, kemudian guru-guru dibimbing untuk dapat merancang soal HOTS berbasis PISA tersebut. (Belia Deciku, S.Pd, M.Pd, GURU UPTD SMPN 3 LAREH SAGO HALABAN)

Editor : Novitri Selvia
#Matematis Siswa #Matematika Realistik #UPTD SMP Negeri 3 Lareh Sago Halaban #Belia Deciku