Kegiatan ini bertujuan menanamkan karakter cinta alam sejak dini melalui pendidikan berbasis lingkungan dan kepedulian terhadap bumi. Pohon Matoa dipilih karena merupakan tanaman khas Indonesia yang adaptif dengan kondisi wilayah setempat.
Penanaman ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Kementerian Agama (Kemenag) dalam mendukung gerakan nasional pelestarian lingkungan.
Kepala MTsN 7 Pesisir Selatan, Metriadi dalam sambutannya mengajak seluruh civitas akademika menjadikan momen ini sebagai penguatan kesadaran kolektif akan pentingnya penghijauan.
“Ini bukan sekadar menanam pohon, tapi juga menanam kesadaran untuk merawat bumi. Mari sukseskan gerakan ini agar bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Kegiatan semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Kantor Kemenag Pesisir Selatan, H. Yufrizal, yang turut serta menanam pohon sebagai simbol dukungan terhadap program berkelanjutan ini.
“Penanaman Matoa adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi ekosistem. Kami berkomitmen mendorong institusi pendidikan dan keagamaan menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan,” tegas H. Yufrizal.
Inisiatif ini diharapkan mampu menginspirasi sekolah dan masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian alam, sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis ekologi. (Adril Maiyanto, S.Pd, M.Pd, Guru MTsN 7 Pesisir Selatan )
Editor : Novitri Selvia