Baru-baru ini Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menggaungkan pendekatan pembelajaran deep learning untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Untuk itu, pada tanggal 16 Juni 2025, UPT SMPN 3 Pariangan mengadakan lokakarya dengan mengangkat tema ”Dengan Pembelajaran Deep Learning Kita Wujudkan Generasi Emas Indonesia”.
Menurut Kepala UPT SMPN 3 Pariangan Yuniazaida, S.Pd.Fis, tema ini diambil dengan bertujuan agar guru-guru paham akan pendekatan pembelajaran deep learning dalam proses pembelajaran dan menyiapkan peserta didik menuju Indonesia Emas 2045.
Generasi emas adalah generasi yang diharapkan memiliki potensi besar membawa kemajuan bagi bangsa dan negara dan memiliki kualitas unggul, kompeten, dan berdaya saing tinggi. Lokakarya tersebut dihadiri oleh semua majelis guru UPT SMPN 3 Pariangan dari berbagai mata pelajaran. Dengan narasumber hebat yaitu Dra. Imelda Yanti, M.Pd. Beliau merupakan pengawas satuan pendidikan SMP yang memiliki beberapa prestasi tingkat provinsi dan nasional. Pada kegiatan lokakarya, pengawas tersebut menjelaskan materi tentang pendekatan deep learning.
Beliau menjelaskan pendekatan pembelajaran deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang Memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Deep learning bukanlah kurikulum baru melainkan pendekatan pembelajaran yang bisa diterapkan di kurikulum yang ada. Tiga prinsip pembelajaran pada pendekatan deep learning yaitu: 1) Mindful (berkesadaran) artinya menekankan kesadaran,fokus,dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. 2) Meaningful (bermakna) artinya guru menghubungkan materi pembelajaran dengan kebiasaan atau kehidupan sehari-hari. 3) Joyful (menggembirakan) artinya menciptakan suasana belajar yang menantang, menyenangkan, dan memotivasi sehingga siswa lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Hari semakin siang dan terik ,tetapi tidak mengalahkan semangat para guru UPT SMPN 3 Pariangan mendengarkan materi dari Ibu Imelda Yanti. Terlihat Ketika beliau melayangkan beberapa pertanyaan, para guru sangat antusias untuk menjawabnya. ”Apa yang dimaksud pendekatan pembelajaran deep learning?” Beliau menyodorkan mikrofon kepada Ibu Oktavyona salah seorang guru IPS UPT SMPN 3 Pariangan.
Dengan lantang ibu Yona menjawab ”pendekatan pembelajaran yang mendalam dan mengasah otak siswa”. Selain itu, Ibu Imelda Yanti juga memberikan pertanyaan kepada Pak Afif ”Apakah deep learning merepotkan bagi guru?” dengan lantang Pak Afif menjawab ”tidak merepotkan”. Mendengar jawaban dari guru Ibu Imelda Yanti sangat senang dan bangga karena guru UPT SMPN 3 Pariangan sudah mulai memahami apa itu pendekatan pembelajaran deep learning. Ia berharap semua guru memahami lebih mendalam dan menerapkan pembelajaran deep learning di dalam proses pembelajaran.
Di sela-sela menyampaikan materi Ibu Imelda Yanti memberikan ice breaking agar guru tetap fokus dan semangat. Setelah itu ibu Imelda Yanti mencontohkan bagaimana penerapan pembelajaran deep learning di dalam kelas. Beliau memanggil 4 orang guru untuk tampil ke depan mempraktikkan bagaimana cara berdiskusi ketika proses pembelajaran. Terlihat guru sangat gembira ketika tampil ke depan.
Di sela guru-guru tampil Ibu Imelda Yanti mengatakan jika ada anak yang bertanya kepada guru ketika berdiskusi dan guru tidak bisa menjawabnya katakanlah dengan jujur sebab guru bukanlah makhluk yang serba tahu. Setelah mencontohkan pembelajaran deep learning, Ibu Imelda Yanti kembali menjelaskan materi deep learning dan mengaitkannya dengan mapel guru. Seperti menerapkan pendekatan pembelajaran deep learning pada pelajaran Matematika dan IPA.
Hari sudah menujukan pukul 12.00 WIB. Namun, ibu Imelda Yanti masih semangat menyampaikan materi. Tidak bosan-bosannya beliau terus menekankan kepada guru mengenai pentingnya pendekatan pembejaran deep learning. Sebab pendekatan ini memiliki banyak manfaat kepada peserta didik seperti kesadaran dalam belajar, fokus belajar, bernalar kritis, dan aktif ketika berdiskusi. Beliau berharap siswa SMPN 3 Pariangan dapat terbiasa dengan pendekatan pembelajaran deep learning ini. Salah satunya siswa memiliki mental yang berani dalam berdiskusi.
Selanjutnya Ibu Imelda Yanti menjelaskan bagaimana cara membuat modul ajar memakai pendekatan pembelajaran deep learning. Ada beberapa poin-poin yang berbeda dengan modul ajar sebelumnya. Seperti di bagian dimensi profil lulusan ditambahkan dengan Kesehatan dan komunikasi. Selain itu juga ditambahkan mitra pembelajaran. Pada bagian inti pembelajaran nanti dimasukkan tiga prinsip pembelajaran yaitu berkesadaran, bermakna, dan mengembirakan.
Tidak terasa waktu sudah habis. Para guru UPT SMPN 3 Pariangan tidak menyadari materi sudah selesai di jelaskan. sebab mereka terhanyut mendengarkan penjelasan dari Ibu Imelda Yanti. Guru sangat senang dan puas karena mereka mulai paham apa itu pembelajaran deep learning dan bagaimana cara menerapkannya di dalam proses pembelajaran. Di akhir acara Ibu Imelda Yanti melakukan refleksi dan menayangkan kutipan dari Ali Bin Abi Thalib ”Didiklah dan persiapkanlah generasi penerusmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu, karena mereka akan hidup pada suatu zaman yang bukan lagi zamanmu.” (Nofri Warlis, S.Pd, UPT SMPN 3 Pariangan)
Editor : Eri Mardinal