Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Negeri 21 Payakumbuh, Perjalanan Penuh Makna di Cerdas Quran Padang Tv

Zulkarnaini. • Kamis, 11 September 2025 | 16:30 WIB

BERSEMANGAT: Tim SD Negeri 21 Payakumbuh ketika tampil di Cerdas Quran Padang Tv.
BERSEMANGAT: Tim SD Negeri 21 Payakumbuh ketika tampil di Cerdas Quran Padang Tv.

PADEK.JAWAPOS.COM-Gedung Padang Youth Center di Kota Padang pagi itu dipenuhi aura kompetisi yang kental. Puluhan siswa dari berbagai penjuru Sumatera Barat memancarkan keyakinan, sebagian besar datang dari sekolah-sekolah swasta yang dikenal unggul dalam pembinaan agama.

Namun, di antara keramaian itu, langkah tiga orang siswa dari SDN 21 Kota Payakumbuh terlihat mantap. Mereka bukan hanya membawa nama sekolah, melainkan juga kehormatan sebagai satu-satunya perwakilan sekolah negeri diantara perwakilan yang mewakili Kota Payakumbuh.

Langkah kaki mereka bukan hanya sekadar melangkah. Setiap ayunan langkah adalah representasi dari tekad dan doa ribuan warga Payakumbuh yang mengharapkan yang terbaik dari mereka.

Di pundak-pundak mungil itu, tersemat kebanggaan yang tak ternilai. Dibimbing oleh dedikasi tanpa batas, mereka telah mempersiapkan diri dengan segenap hati dan jiwa, menembus setiap tantangan yang ada.

Di barisan penonton, Amperawati, S.Pd., sang Kepala Sekolah, duduk dengan tenang namun penuh debaran. Matanya tak lepas mengikuti setiap gerak-gerik ketiga muridnya.

Senyumnya terlukis samar, mencerminkan sebuah keyakinan yang tulus, jauh melampaui hasil akhir. Bagi beliau, keberadaan mereka di panggung megah ini saja sudah merupakan sebuah pencapaian yang fantastis, sebuah babak baru dalam sejarah SDN 21.

Suasana hening sejenak saat nama “SDN 21 Kota Payakumbuh” dipanggil oleh pembawa acara. Tiga siswa itu melangkah ke atas panggung yang dihiasi lampu-lampu sorot.

Wajah mereka, meski masih belia, memancarkan ketenangan yang luar biasa. Mereka berdiri tegak di hadapan dewan juri dan ratusan pasang mata yang menanti, siap membuktikan buah dari perjuangan panjang mereka.

Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan. Dengan penuh kecerdasan dan kelugasan, mereka menjawab. Ayat-ayat suci dilantunkan dengan merdu, tajwid yang akurat, dan pemahaman yang dalam.

Suara mereka seolah menjadi melodi yang menyejukkan ruangan, membuat para penonton terpukau. Ini bukan lagi soal hafalan semata, melainkan juga tentang bagaimana mereka menjiwai setiap huruf dan makna yang terkandung di dalamnya.

Di bangku penonton, mata Amperawati berkaca-kaca. Hatinya meluap dengan rasa bangga yang tak terhingga. Beliau menyaksikan sendiri betapa luar biasanya kemampuan siswa-siswinya.

Mereka tidak hanya tampil memukau, tetapi juga menunjukkan mental yang kuat, sebuah karakter yang terbentuk dari latihan dan bimbingan yang tak pernah lelah.

Namun, kompetisi adalah sebuah permainan, di mana selalu ada yang harus melaju dan ada yang harus berhenti. Perjalanan tim SDN 21 terhenti di tingkat provinsi. Nama mereka tidak tercantum dalam daftar peserta yang berhak melangkah ke babak final.

Sekelebat rasa kecewa terlihat di wajah polos mereka, namun itu hanya sesaat. Mereka sadar bahwa perjuangan mereka telah usai, dan mereka telah memberikan yang terbaik.

Amperawati segera menghampiri mereka di belakang panggung. Beliau tak mengucapkan sepatah kata pun. Sebuah pelukan hangat sudah lebih dari cukup untuk menyampaikan segala rasa bangga.

Barulah setelah itu, beliau berbisik lembut di telinga setiap siswa, “Kalian luar biasa. Kepala sekolah sangat bangga pada kalian. Kalian sudah menang.” Kalimat itu, diucapkan dengan ketulusan, mampu menghapus semua kekecewaan yang ada.

Kemampuan tim yang bertanding memang sungguh luar biasa. Di tengah persaingan yang ketat, mereka mampu menunjukkan kualitas yang tak kalah dari sekolah-sekolah unggulan lain.

Ini bukan hanya sebuah bukti dari kemampuan individual, melainkan juga cerminan dari kegigihan seluruh pihak sekolah yang berkomitmen untuk memajukan pendidikan, bahkan di tengah keterbatasan.

Kepala Sekolah, Amperawati, S.Pd mengungkapkan perasaannya, “Sebagai kepala sekolah, saya merasa sangat bangga. Melihat mereka tampil di panggung sebesar itu saja sudah merupakan sebuah kemenangan.

Mereka adalah satu-satunya perwakilan sekolah negeri dari Payakumbuh, dan mereka telah berjuang dengan segenap jiwa dan raga. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kemauan dan kerja keras, kita bisa berdiri sejajar dengan siapa pun”.

Beliau melanjutkan, “Usaha dan kemampuan mereka sangat luar biasa. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak dan juga bagi sekolah.

Mereka telah menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas dan seluruh keluarga besar SDN 21. Apa yang mereka lakukan adalah bukti bahwa potensi ada di mana saja, yang penting adalah bagaimana kita menggalinya.”

Pada akhirnya, tim SDN 21 tidak pulang dengan membawa piala, tetapi mereka membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga: pengalaman berharga, persahabatan yang erat, dan kebanggaan yang tak terlukiskan.

Kisah perjuangan mereka akan terus diceritakan, menjadi inspirasi bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang mencapai garis akhir, melainkan tentang perjalanan yang dilalui dengan sepenuh hati.(Vivi Detika Hutria, S.Pd, GURU SDN 21 PAYAKUMBUH)

 

 

Editor : Novitri Selvia
#Gedung Padang Youth Center #SDN 21 Payakumbuh #Vivi Detika Hutria