PADEK.JAWAPOS.COM-Ruang perpustakaan SDN 10 Bandar Buat kini tampak berbeda dari sebelumnya. Jika dahulu suasananya identik dengan deretan buku dan rak kayu sederhana, kini sebuah Smart TV berukuran besar berdiri gagah di ruangan itu.
Pemasangan perangkat tersebut menjadi langkah nyata sekolah dalam mewujudkan pembelajaran yang modern dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
Pagi itu, suara tawa anak-anak berpadu. Di depan mereka, Smart TV mulai menyala, menampilkan video literasi digital. Anak-anak duduk rapi di atas karpet warna-warni, menyimak tayangan dengan wajah antusias.
Suasana seperti itu kini menjadi pemandangan baru setiap kali siswa berkunjung ke perpustakaan. Smart TV tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter dan literasi visual.
Guru dapat menayangkan film edukatif, dokumenter, hingga animasi pembelajaran yang memperkaya wawasan anak-anak.
Pemasangan Smart TV di ruang perpustakaan merupakan bagian dari upaya menciptakan “perpustakaan hidup”, tempat di mana anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mengalami proses belajar melalui audio visual.
Sekolah ini kami, masih menerapkan enam hari belajar dalam seminggu. Maka, setiap hari Sabtu, suasana di lingkungan SDN 10 Bandar Buat terasa lebih santai namun tetap berkegiatan.
Pada hari itu, beberapa guru laki-laki biasanya memindahkan Smart TV dari ruang perpustakaan ke halaman sekolah. Dengan peralatan sederhana, kabel ekstensi, pengeras suara, dan layar besar, kami mengubah halaman menjadi bioskop pendidikan terbuka.
Anak-anak berkumpul, duduk di lantai semen. Di depan mereka, layar besar menayangkan film-film bertema penguatan karakter, seperti kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab.
Kegiatan seperti ini menjadi cara baru yang efektif dan menyenangkan untuk menanamkan nilai-nilai moral. Smart TV membantu guru menghadirkan pelajaran karakter dalam bentuk yang mudah dipahami anak-anak.
Tayangan visual memberi dampak emosional, yang sering kali lebih kuat daripada sekadar penjelasan verbal. Para guru mengakui, keberadaan Smart TV membuat proses pembelajaran menjadi lebih variatif.
“Sekarang, anak-anak jauh lebih fokus. Mereka cepat menangkap pesan yang ditayangkan, dan diskusi setelah menonton jadi sangat hidup,” ujar pak Hendra, guru PABP yang juga kerap membantu memindahkan TV setiap Sabtu.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara siswa dan guru, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan seluruh warga sekolah. Dari kegiatan sederhana memindahkan Smart TV, tumbuh budaya gotong royong dan rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah.
Kini, Smart TV di SDN 10 Bandar Buat bukan sekadar benda elektronik, tetapi simbol perubahan, perubahan cara belajar, cara berpikir, dan cara berkarakter.
Dari ruang perpustakaan hingga halaman sekolah, layar besar itu menjadi jendela inspirasi bagi setiap anak yang duduk menatapnya.
Melalui cahaya dari layar itu, mereka belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan kasih sayang, nilai-nilai yang akan menuntun mereka, tidak hanya di bangku sekolah, tetapi juga dalam kehidupan kelak.
Kini, setiap kali layar itu menyala, bukan sekadar gambar yang terpancar, tetapi juga harapan. Harapan akan generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Dari sebuah ruang sederhana di Bandar Buat, sinar perubahan itu perlahan menyebar, membentuk semangat baru bagi dunia pendidikan dasar. (Dita Indah Permata Sari, S.Pd, GURU SD NEGERI 10 BANDARBUAT)
Editor : Novitri Selvia