PADEK.JAWAPOS.COM-Ambisi besar Kota Padang untuk mendominasi ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Workshop OPSI tingkat Kota Padang tahun 2025.
Dibuka dengan semangat membara, workshop ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan terobosan format baru yang difokuskan untuk menghasilkan peneliti muda berprestasi.
Acara pembukaan workshop yang berlangsung di Aula SD Negeri 03 Alai dihadiri oleh ratusan siswa pilihan dan guru pembimbing dari berbagai sekolah di Kota Padang.
Pembukaan resmi dilakukan oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Indriyedi Bakry, S.Pd, M.T.
Terobosan Tiga Bidang: Menuju Spesialisasi Riset. Dalam laporannya yang memukau, Ketua Pelaksana, Bapak Mairul Candra, S.Pd, M.Pd, menekankan bahwa workshop tahun ini adalah langkah strategis jangka panjang.
“Pelaksanaan OPSI kali ini berbeda total. Kami sadar, untuk bersaing di tingkat nasional, kita butuh spesialisasi. Oleh karena itu, workshop ini kami pecah menjadi tiga bidang fokus utama, sejalan dengan kompetisi OPSI,” jelas Mairul.
Tiga bidang tersebut adalah: (1) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Fokus pada penelitian dasar dan terapan di bidang sains murni. (2) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Mengasah riset dalam isu-isu sosial, humaniora, dan budaya.
(3) Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT): Menciptakan inovasi berupa produk atau solusi teknologi praktis. Setiap bidang diisi oleh 150 peserta terbaik, sehingga total 450 siswa mendapatkan bimbingan yang intensif dan sesuai dengan passion keilmuan mereka.
“Ini adalah terobosan cepat, Fast Track, untuk memastikan Kota Padang siap tempur menghadapi OPSI 2026. Target kita jelas: kembali menjadi juara,” tegas Mairul, disambut tepuk tangan meriah.
Membangun Ekosistem Riset Berkualitas. Dalam sambutannya, Indriyedi Bakry, S.Pd, M.T., menggarisbawahi pentingnya budaya meneliti. Ia memuji inisiatif format baru yang dinilai sangat progresif.
“Inovasi ini menunjukkan keseriusan Dinas Pendidikan. Penelitian adalah jantung kemajuan peradaban. Kepada anak-anakku, inilah saatnya kalian keluar dari zona nyaman. Jangan sekadar menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi jadilah produsennya. Gunakan workshop ini untuk menemukan masalah di sekitar kalian dan menawarkan solusi inovatif,” pesan Bapak Indriyedi.
Ia juga berharap workshop ini dapat menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya peneliti-peneliti hebat dari Ranah Minang.
Ditempa Empat Pakar: Guru Pembangun Visi Untuk memastikan kualitas pembinaan, panitia menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya.
Mereka adalah DR. Nursaid, M.Pd, Junaidi, M. Ag., M.Pd, Zahratil Husna, M. Pd, dan Zuraida, S.Pd. Antusiasme Peserta dan Guru Pembimbing, Suasana workshop terasa hidup dengan antusiasme yang tinggi.
Salah seorang peserta dari bidang IPA, Agnes Siswa kelas VIII SMPN 30 Padang, menyampaikan tanggapannya. “Saya sangat senang dengan pembagian bidang ini.
Tahun lalu saya agak bingung fokus di mana. Sekarang, saya bisa total di IPA, riset tentang energi terbarukan. Narasumbernya juga ahli semua. Ini membuat saya lebih optimis untuk bisa lolos ke tingkat nasional tahun depan,” ujar Agnes dengan wajah berbinar.
Di sisi lain, Fachira Bakhita Riadi, perwakilan dari SMP Negeri 8 Padang berharap workshop ini bisa membantunya menyusun proposal riset yang kompleks.
“Saya ingin meneliti dampak Buah MBG dengan judul penelitian “The Green Plate Project ECO-MBG: Inovasi Eco Enzyme dari Limbah Buah MBG sebagai Pengusir Hama Semut Ramah Lingkungan untuk Mengurangi Food Waste” Materi dari Bapak DR. Nursaid, M.Pd tadi sangat membuka wawasan saya tentang cara memilih objek penelitian dari kacamata ilmiah yang benar. Workshop ini benar-benar memotivasi!” kata Fachira.
Dukungan penuh juga datang dari guru pembimbing. Pratiwi Ineke Anwar, SPd. Guru mengapresiasi format baru ini.
“Sebagai guru pembimbing, kami merasa workshop ini lebih terarah. Dengan peserta yang terbagi jelas, kami bisa fokus pada pendampingan. Materi yang disampaikan oleh Zahratil Husna tentang riset terapan sangat aplikatif dan memberikan kami ide-ide segar untuk mengarahkan siswa menciptakan produk yang feasible,” jelas Tiwi.
Ia menambahkan bahwa workshop ini juga menjadi ajang upgrading kompetensi bagi para guru pembimbing di Kota Padang.
Harapan Masa Depan: Padang sebagai Pusat Inovasi Di penghujung acara pembukaan, Bapak Indriyedi Bakry kembali menegaskan bahwa kesuksesan OPSI bukan hanya tentang medali, tetapi tentang mencetak generasi yang punya mindset kritis dan solutif.
“Kami berharap, melalui workshop intensif ini, setiap proposal yang lahir bukan hanya sekadar tugas, melainkan solusi nyata bagi masalah di tengah masyarakat. Semoga Kota Padang kembali jadi juara di OPSI 2026, bukan hanya di atas kertas, tetapi dalam jiwa peneliti muda kita,” tutupnya.
Workshop OPSI Kota Padang 2025 dijadwalkan berlangsung dari 12 November 2025 ini sampai 22 November 2025 selama kegiatan peserta Bersama narasumber mengukuhkan komitmen pendidikan di Kota Padang untuk mencetak peneliti-peneliti muda terbaik bangsa.(Zahratil Husna, Guru SMPN 30 Padang)
Editor : Novitri Selvia