AMP Optimizer Downloaded AMP validation rules Dinas Pendidikan Tanahdatar, Pendampingan Hybrid lewat Google Meet - Padang Ekspres | Berita Terbaru, Mendalam dan Referensi Sumatera Barat
Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dinas Pendidikan Tanahdatar, Pendampingan Hybrid lewat Google Meet

Novitri Selvia • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:44 WIB
Lastrawati, PENGAWAS DISDIKBUD TANAHDATAR.(TIM LAMAN GURU)
Lastrawati, PENGAWAS DISDIKBUD TANAHDATAR.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bencana alam yang melanda wilayah Batipuh Selatan meninggalkan dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Kerusakan infrastruktur, akses jalan yang terputus, serta kondisi psikologis guru dan peserta didik yang masih dalam masa pemulihan menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Namun di tengah keterbatasan tersebut, semangat untuk tetap menjalankan amanah pendidikan tidak pernah surut.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional, Pengawas Sekolah Batipuh Selatan, Lastrawati, M.Pd, dengan dukungan penuh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahdatar, Inhendri Abas S,Pd, M.M, menyelenggarakan kegiatan pendampingan pengolahan nilai Sumatif Akhir Semester (SAS) 1 Tahun Ajaran 2025/2026 serta pengisian e-Rapor bagi guru-guru SMP Negeri Batipuh Selatan 1, 2, dan 3.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 ini dirancang menggunakan model hybrid, yakni memadukan pendampingan daring melalui Google Meet dengan kehadiran tatap muka para guru di satu lokasi yang aman dan mudah dijangkau.

Model ini dipilih sebagai solusi terbaik di tengah kondisi pascabencana, agar seluruh guru tetap mendapatkan pendampingan tanpa harus mengambil risiko perjalanan yang berbahaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh kepala dinas dan kebudayaan Kabupaten Tanahdatar, Inhendri Abas, S.Pd, MM melalui g.meet.

Model Hybrid: Ikhtiar Humanis di Tengah Keterbatasan
Kondisi pascabencana menyebabkan tidak semua sekolah dapat diakses secara langsung.

Oleh karena itu, pendampingan hybrid menjadi jalan tengah yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga menenangkan secara emosional.

Para guru dari SMP Negeri Batipuh Selatan 1, 2, dan 3 berkumpul secara tatap muka di sekolah yang telah disepakati, sementara pengawas memberikan arahan, bimbingan, dan demonstrasi secara langsung melalui Google Meet.

Pendekatan ini menciptakan suasana kebersamaan dan saling menguatkan. Guru tidak merasa berjalan sendiri menghadapi tuntutan administrasi akademik, tetapi merasa didampingi, diperhatikan, dan dimengerti.

“Dalam kondisi seperti ini, kehadiran dan pendampingan menjadi sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa guru tidak hanya menyelesaikan tugas, tetapi juga tetap memiliki semangat dan harapan,” ungkap Lastrawati, M.Pd. dalam arahannya.

Pendampingan Teknis yang Penuh Empati

Fokus utama pendampingan adalah memastikan akurasi pengolahan nilai SAS 1 serta ketepatan pengisian e-Rapor sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan diawali dengan penjelasan menyeluruh mengenai kebijakan penilaian, prinsip objektivitas, serta mekanisme perhitungan nilai akhir.

Selanjutnya, pengawas memberikan demonstrasi langkah demi langkah pengisian e-Rapor, mulai dari input nilai, penulisan deskripsi capaian kompetensi siswa, hingga proses validasi data. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan dialogis, sabar, dan solutif.

Berbagai kendala yang dihadapi guru, seperti kesulitan teknis dalam sistem, ketidaksinkronan data, hingga kebingungan dalam perhitungan nilai, dibahas dan diselesaikan bersama. Tidak ada keluhan yang diabaikan, tidak ada pertanyaan yang dianggap sepele.

Hasil Nyata, Tuntas, Tepat Waktu, dan Menguatkan

Hasil dari kegiatan pendampingan hybrid ini sangat menggembirakan. Seluruh guru dari SMP Negeri Batipuh Selatan 1, 2, dan 3 berhasil menyelesaikan pengolahan nilai SAS 1 dan pengisian e-Rapor tepat waktu dan sesuai standar.

Lebih dari sekadar penyelesaian administrasi, kegiatan ini memberikan dampak psikologis yang positif bagi guru. Rasa cemas dan ragu perlahan berubah menjadi keyakinan dan optimisme.

“Kami sangat bersyukur atas pendampingan ini. Di tengah kondisi sulit, kami merasa tidak ditinggalkan. Pendampingan ini benar-benar memberi kekuatan,” ungkap salah seorang guru dari SMP Negeri Batipuh Selatan 3.

Menata Langkah menuju Semester 2 Pascabencana

Pendampingan ini juga menjadi momentum refleksi bersama untuk menata pembelajaran di semester 2.

Guru diajak untuk lebih peka terhadap kondisi peserta didik, memperhatikan aspek psikososial, serta merancang pembelajaran yang lebih adaptif, manusiawi, dan berorientasi pada pemulihan.

Inhendri Abas S.Pd, MM menyampaikan beberapa hal terkait apa apa yang harus dilakukan sekolah pasca bencana , salah satunya menata langka menuju semester 2, dimana sekolah harus membuat perencanaan ganda yaitu Plan A dan Plan B.

Melalui kolaborasi antara pengawas, kepala dinas, kepala sekolah, dan guru, pendidikan di Batipuh Selatan terus bergerak, meski dalam keterbatasan. Bencana tidak menghentikan langkah, justru menguatkan tekad untuk bangkit bersama.

Kegiatan pedampingan hybrid ini membuktikan bahwa kepemimpinan yang peduli kolaborasi yang kuat dan pemamfaat teknologi yang bijak mampu menjaga nyala pendidikan bahkan di tengah situasi yang paling menantang.(Lastrawati, M.Pd, PENGAWAS SMP WILAYAH BATIPUH SELATAN)

Editor : Novitri Selvia
#hybrid #google meet #Lastrawati #Dinas Pendidikan TanahDatar