PADEK.JAWAPOS.COM-Tinggal beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya karena banyak keutamaan-keutamaan dibulan ramadhan ini.
Marhaban ya Ramadhan itulah ungkapan yang diucapakan ketika Ramadhan telah menghampiri.
Semua yang beriman tentu telah mempersiapkan kedatangan bulan Ramadhan ini dengan planing atau target-terget dalam melaksanakan ibadah sebulan penuh.
Begitu juga dalam proses pembelajaran, baik ditingkat SD, SMP maupun SMA tentu juga memiliki cara dalam melaksanakan pembelajaran di bulan Ramadhan ini.
Yang mana pembelajaran dibulan Ramadhan tentu berbeda dari bulan-bulan yang lain. Misalnya saja di kota Padang yang melaksanakan pembelajarannya di mesjid atau mushalla yang dikenal dengan pesantren Ramadhan.
Kegiatan pesantren ramadhan ini telah di-launcing oleh wali kota Padang pada tanggal 6 Februari 2026. Dan kegiatannya pun akan dimulai dari tanggal 23 Februari sampai 15 Maret 2026.
Ini berarti siswa-siswa SD dan SMP akan mendaftarkan diri mereka ke masjid atau mushala yang menjadi pelaksana kegiatan tersebut.
Kegiatan inipun sudah menjadi kegiatan tahunan di kota ini. Sudah 22 tahun kegiatan pesantren ramadhan ini diadakan di Kota Padang.
Dimulai pada masa pemerintahan walikota bapak Fauzi Bahar sampai walikota Padang sekarang yaitu Fadly Amran.
Dari tahun ke tahun tentu harus selalu dievaluasi dalam pelaksanaanya dan jangan sampai pelaksanaanya hanya sebatas rutinitas saja sehingga tidak memberikan dampak terhadap siswa dan siswi yang melaksanakannya.
Pesantren Ramadhan memang kegiatan tahunan yang dilaksanakan di mesjid atau mushalla. Walaupun kegiatan tahunan tentu ada tradisi yang perlu dijaga oleh siswa-siswa serta guru-guru.
Tradisinya yaitu menghidupkan kembali surau atau mesjid/mushalla dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Karena Minangkabau terkenal dari filosofi “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”.
Nilai-nilai kegamaan atau religius itu hendaknya selalu menjadi perhatian dalam segala aktifitasnya, apalagi dibulan ramadhan ini. Misalnya membaca Al Quran, tahsinul quran, salat berjamaah dan lain sebagainya.
Memang di bulan ramadhan ini banyak kegiatan-kegiatan kegamaan dihidupkan kembali dan termasuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan di mesjid.
Namum jangan sampai nilai-nilai keagamaan ini hanya selama kegiatan pesantren ramadhan saja, melainkan nilai-nilai ini tertanam di dalam jiwa para siswa-siswa SD atau SMP walaupun kegiatan telah beakhir.
Apalagi siswa-siswa SD dan SMP telah dibiasakan untuk mengikuti shalat subuh berjamaah dalam kegiatan subuh mubarakah dalam progam smart surau, jadi dengan kegiatan pesantren ramadhan ini hendaknya menjadikan mereka benar-benar mengamalkan nilia-nilai dalam kegiatan pesantren nantinya.
Disamping tradisi yang terus dijaga namun ada tantangan yang menjadi perhatian kita semua. yaitu kesadaran dalam mengikutinya.
Baik siswa-siswa yang menjadi peserta kegiatan pesantren ramadhan maupun guru-guru yang menjadi pendampingnya.
Bagaimana pembelajaran dalam kegiatan pesantren Ramadhan bisa berbekas di dalam diri siswa-siswa, jika mereka tidak hadir dengan sepenuh hati?
Akibatnya setelah Ramadhan berakhir tentu merekapun tidak ada perubahan sikap maupun tingkah laku mereka. Inilah menjadi tugas kita semua, baik guru-guru sekolah, pengurus masjid/mushala dan masyakarat.
Bagaimana kita bisa menghadirkan mereka di dalam kegiatan pesantren Ramadhan, bukan hanya hadir secara fisiknya saja melainkan juga secara hati mereka.
Kemudian guru-guru pun harus memiliki kesadaran dalam mengikuti. Meskipun telah ada yang memiliki kesadaran namun masih ada yang belum.
Mereka memiliki stigma yang mengatakan bahkan pesantren Ramadhan merupakan tugas dari guru agama saja. Memang guru agama sebagai pionir dan memiliki tanggung jawab moral dalam kegiatan ini.
Namun bukan berarti guru-guru lain tidak memiliki tanggung jawab dalam kegiatan ini. Semua guru adalah bertanggung jawab dalam melaksanakannya.
Jadi sangat diperlukan kesadaran dalam mengikuti kegiatan pesantren ini. Semua harus memiliki peran dalam kegiatan pesantren ini.
Semoga pesantren Ramadhan yang akan kita laksanakan ini dapat terlaksana dengan baik dan semua dapat memberikan kontribisinya. Pada pengurus mesjid atau mushalla, masyarakat dan sekolah.(Afdal Fauzen, S.Pd, GURU SMPN 40 PADANG
Editor : Novitri Selvia