Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Negeri 28 Payakumbuh, Membedah Peran Kepsek di Supervisi Perangkat Pembelajaran

Novitri Selvia • Kamis, 19 Februari 2026 | 10:43 WIB
DISKUSI:Kepala SDN 28 Payakumbuh ketika berdiskusi dengan salah seorang guru terkait program sekolah.
DISKUSI:Kepala SDN 28 Payakumbuh ketika berdiskusi dengan salah seorang guru terkait program sekolah.

PADEK.JAWAPOS.COM-Pendidikan yang berkualitas tidak turun begitu saja dari langit ia adalah hasil dari perencanaan yang matang, eksekusi yang presisi, dan pengawasan yang konsisten.

Di tingkat sekolah dasar, khususnya di SDN 28 Payakumbuh, peran Kepala Sekolah bukan sekadar manajer administratif, melainkan nakhoda yang memastikan setiap guru memiliki “peta” yang jelas sebelum memasuki ruang kelas. Peta tersebut adalah Perangkat Pembelajaran.

Perangkat Pembelajaran Sebagai Kompas dan Peta Jalan Tanpa perangkat (seperti RPP atau Modul Ajar), guru ibarat berjalan di tengah hutan tanpa kompas.

Perangkat berfungsi untuk Menjaga Fokus. Memastikan guru tidak melenceng dari Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah ditetapkan.

Manajemen Waktu Membagi materi yang luas ke dalam alokasi waktu yang terbatas (mingguan atau semesteran) agar semua materi tersampaikan sebelum ujian.

Perangkat Pembelajaran juga Sebagai Standar Mutu Pelayanan Perangkat pembelajaran memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan hak belajar yang sama.

Konsistensi Guru memiliki standar baku mengenai apa yang harus diajarkan dari jam pertama hingga jam terakhir.

Akuntabilitas: Guru memiliki bukti fisik yang dapat dipertanggungjawabkan kepada Kepala Sekolah, orang tua, maupun pengawas pembina mengenai apa saja yang telah diajarkan di kelas. Tak dapat di lupakan Perangkat Pembelajaran juga Sebagai Alat Evaluasi dan Refleksi

Perangkat pembelajaran bukan dokumen mati. Setelah mengajar, guru dapat menengok kembali perangkatnya. Melihat Keberhasilan. “Apakah metode yang saya tulis di RPP ini efektif untuk siswa saya ?

“Perbaikan Berkelanjutan. Jika hasil belajar siswa rendah, guru bisa mengevaluasi apakah instrumen penilaian atau media pembelajaran yang direncanakan perlu diganti pada pertemuan berikutnya.

Sekarang pertanyaan Mengapa Perangkat Pembelajaran Menjadi Titik Vital? Banyak yang menganggap perangkat pembelajaran—seperti Prota, Promes, Silabus, hingga RPP atau Modul Ajar—hanyalah tumpukan kertas formalitas.

Namun, jika kita membedah lebih dalam, perangkat ini adalah fondasi mutu. Tanpa persiapan yang terstruktur. Pembelajaran menjadi tidak terarah.

Target kurikulum sulit tercapai tepat waktu. Evaluasi hasil belajar siswa tidak memiliki standar yang objektif. Di sinilah Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah memegang peranan krusial.

Strategi Supervisi di SDN 28 Payakumbuh untuk meningkatkan mutu pendidikan, supervisi yang dilakukan di SDN 28 Payakumbuh tidak boleh bersifat interogatif (mencari kesalahan), melainkan bersifat kolaboratif dan edukatif.

Berikut adalah langkah strategisnya. Pendampingan, Bukan Sekadar Pemeriksaan Kepala Sekolah berperan sebagai mitra dialog bagi guru.

Supervisi dimulai dari bedah kurikulum bersama, memastikan tujuan pembelajaran (TP) sesuai dengan karakteristik siswa di Payakumbuh yang religius dan berbudaya.

Konsistensi dan Penjadwalan Mutu tidak bisa dibangun dengan kerja dadakan. Penjadwalan supervisi perangkat yang dilakukan secara berkala memberikan sinyal kepada tenaga pendidik bahwa setiap detail kecil dalam perencanaan kelas sangatlah dihargai dan diperhatikan.

Umpan Balik yang Konstruktif Setelah pemeriksaan, Kepala Sekolah memberikan catatan perbaikan. Misalnya, bagaimana mengintegrasikan teknologi atau metode Project-Based Learning yang lebih relevan untuk siswa SD saat ini.

Mengadakan pertemuan dan topik pembahasan adalah merefleksi dari perangkat pembelajaran yang masih buruh perbaikan dan pembinaan dari perangkat yang sudah di buat guru, sehingga dengan kegiatan ini semua guru memahami dari perangkat yang belum sesuai dengan kretetia sebenarnya.

Dampak Nyata terhadap Mutu Pendidikan

Ketika Kepala Sekolah SDN 28 Payakumbuh menjalankan fungsi supervisi ini dengan optimal, dampak positif yang muncul antara lain, Peningkatan Kompetensi Guru.

Guru menjadi lebih disiplin dan kreatif karena merasa didampingi dan dibimbing secara profesional. Efektivitas Belajar di Kelas. Dengan perangkat yang siap, interaksi guru dan siswa menjadi lebih hidup dan terukur.

Baca Juga: H-1 Ramadan 1447 H, Harga Daging Sapi di Pasaman Barat Tembus Rp160 Ribu per Kg

Kepercayaan Orang Tua. Sekolah yang terkelola dengan baik administrasinya cenderung memiliki output siswa yang lebih berprestasi, yang pada akhirnya meningkatkan reputasi SDN 28 Payakumbuh di mata masyarakat.

Dengan demikian dapat di katakana Supervisi perangkat pembelajaran adalah jantung dari penjaminan mutu di sekolah.

Kepala Sekolah yang terjun langsung membedah persiapan mengajar gurunya adalah kepala sekolah yang sedang berinvestasi pada masa depan siswanya.

Dengan komitmen yang kuat, SDN 28 Payakumbuh dapat terus menjadi institusi pendidikan yang unggul, melahirkan generasi yang cerdas secara akademik dan matang secara karakter.(Wisma Diandra, M.Pd, KEPALA SDN 28 PAYAKUMBUH)

Editor : Novitri Selvia
#Peran Kepsek #Wisma Diandra #SD Negeri 28 Payakumbuh