PADEK.JAWAPOS.COM - Dalam rangka melaksanakan pembinaan dan peningkatan kapasitas guru dalam melaksanakan tugasnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota menggelar Bimbingan Teknis di Aula Sagho Bungsu 2, Lubuak Batingkok.
Peserta dalam kegiatan ini adalah guru-guru yang berasal dari berbagai sekolah yang ada di Limapuluh Kota.
Saat ini sedang berlangsung pembinaan bagi guru jenjang Sekolah Dasar, yang dimulai pada Senin, 21 April 2026 sampai Kamis, 23 April 2026. Pada pertemuan berikutnya juga berencana memfasilitasi guru-guru jenjang PAUD dan SMP.
Berbeda dari biasanya, tema yang diusung dalam bimtek kali ini adalah “Mendidik Dengan Hati, Menginspirasi Dengan Aksi”.
Tidak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini, adalah sosok yang sudah sangat berpengalaman sebagai motivator dan telah sering dipanggil dalam berbagai kegiatan baik tingkat provinsi bahkan nasional.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Limapuluh Kota, yang diwakili oleh sekretaris, Bapak Drs. Aimel Nazra, M.Si.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa saat ini guru perlu memahami berbagi kompetensi dan tupoksinya sebagai guru.
Selain itu beliau juga berpesan, agar guru mengikuti ketentuan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Sistem Penerimaan murid Baru (SPMB) di sekolah yang saat ini sedang berlangsung.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan, Bapak Antoni, S. Pd., M. Pd.T, yang meluangkan waktuuntuk hadir ditengah kegiatan berlangsung memberikan motivasi kepada guru-guru peserta bimtek.
“Marilah guru bersikap saling memuliakan atau mengkaramat sesama guru. Sudah waktunya kita saling berbenah dan memperbaiki sistem yang ada, agar mutu pendidikan di Limapuluh Kota dapat kita tingkatkan”, Harapnya.
Beliau juga menyampaikan harapan, agar setiap sekolah dapat membrending sekolahnya masing-masing. Tujuannya adalah agar setiap sekolah menjadi unggul dan diminati oleh calon murid.
“Kita tidak ingin lagi, sekolah-sekolah negeri yang ada di Limapuluh Kota, ditinggalkan dan kekurangan murid ke depannya. Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengusung inovasi terbaru dalam membentuk karakter murid sebagai pengembangan Program Sakato Mengaji, yaitu Sakato Berjaya “ Berkarakter Juara, berlandaskan Agama dan Budaya. Saat ini telah ada sekolah piloting yang melaksanakan program tersebut. Untuk itu mari kita dukung secara bersama program tersebut, sebagai upaya mendukung visi dan misi kepala daerah kita”, paparnya penuh semangat.
Peserta tampak antusias dalam mengikuti bimtek, dan berharap akan ada lagi bimtek berikutnya dengan materi yang diterima kali ini.
Harnieti, S. Pd., M.Pd, selaku Kepala Bidang yang membawahi para guru, ikut menyampaikan materi yang diberinya judul “Teknik Memotivasi dan Menginspirasi: Sentuhan Hati dalam Pembelajaran”.
Dalam paparannya Ia menyampaikan bahwa menjadi seorang guru harus dapat mendidik dengan sepenuh hati. Dalam melaksanakan tugasnya guru harus mampu memahami mengenali karakteristik muridnya yang heterogen.
Murid memiliki bakat, minat, serta gaya belajar yang berbeda, maka layanan yang diberikan guru juga boleh sama. Tujuannya agar guru dapat memfasilitasi murid untuk belajar sesuai dengan kebutuhannya.
Guru juga dituntut untuk pandai dalam memberikan motivasi agar murid antusias dan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar.
Ia juga menyampaikan teknik agar guru dapat mengahdirkan pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) bagi murid-muridnya.
Selain itu guru juga diharapkan dapat memberikan afirmasi positif, agar murid merasa berharga, punya rasa percaya diri, dan termotivasi dalam belajar. Ia juga mengajak agar guru tidak lupa memberikan reward atas keberhasilan murid dalam hal tertentu.
Narasumber hebat yang juga sangat menginspirasi dalam kegiatan bimtek kali ini adalah Ustad Rino Zeldeni, S. PdI., CH., C.Ht., C. TNNLP. Adapun materi yang disampaikan berjudul “Hipnoteaching: Menjadi Guru yang Dicintai dan Dirindukan”.
Ustad Rino Zeldeni, yang memiliki segudang pengalaman sebagai Education Consultant, Statement AnalysisTraine , Hypnotherapist Emotional & Spiritual, dan Hypnoteaching Trainer, mampu membuat peserta terkesan dan terkesima.
Dalam paparannya Ia mampu mengajak peserta melanglang buana pemikirannya memahami tentang Saraf Parasimpati, Pola Gelombang Otak manusia dan Interaksi Oka dan Oki. Ia juga mengatakan bahwa Kehidupan manusia dipengaruhi oleh duafikiran : fikiran sadar dan alam bawah sadar.
Dimana fikiran sadar hanya mempengaruhi12%,sedangkan untuk pikiran alam bawahsadar mempengaruhi sebesar 88%. Otaksadar manusialayaknya satu bongkahangunung es yang mucul di permukaan danselebihnya berupa alam bawah sadar yangmemiliki kekuatan super. Lalu apa hubungannya dengan mempelajaran?
Hal ini dijelaskannya bahwa terkait Hypnoteaching, merupaka seni berkomunikasi dalam sebuahproses pengajaran dengan caramengeksplorasi alam bawah sadar.Sehingga peserta didik menjadi fokus,relaks dan sugestif dalam menerimamateri pelajaran yang diberikan guru.
Selanjutnya, Ibu Syaflinda, M. Ag, sebagai pemateri berikutnya menyampaikan materi yang berjudul “ Dari Hati ke Aksi”.
Dalam uraiannya, ia mengajak agar setiap guru mampu memcinta profesinya sebagai guru. Ia juga memotivasi peserta dengan kalimat-kalimat yang menyentuh dan menginspirasi.
“Profesi guru itu memiliki keutamaan, dimana Guru setiap hari memberikan ilmu yang bermanfaat sebagai amalan yang tidak akan pernah terputus,” ujarnya.
Ia juga mengajak agar guru mampu menjadi contoh teladan, baik ucapan, pikiran, dan perbuatan agar guru menjadi bermartabat dan terhormat.
Ia juga mengajak agar guru mendidik dengan hati, guru perlu memahami dunia anak, dengan terlebih dahulu mampu memahami diri sendiri. Sebab murid butuh diberikan rasa aman, rasa disayang, rasa bernilai, rasa dihargai dan rasa dipahami, tukuknya.
Ia juga mengajak, agar guru mampu menempatkan diri menjadi guru yang dicintai ketika ada, dirindukan ketika tiada, dan dan dikenang setelah tiada.
Setiap sesi diakhiri dengan foto bersama, dan peserta pun kembali dengan harapan akan ada lagi pembekalan berikutnya, agar guru juga dapat terus menambah wawasannya dalam melaksanakan tugas di sekolah. Semoga. (*)
Editor : Adriyanto Syafril