Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gemilang Minang: Menggema Prestasi, Bersinar dalam Kreasi

Adriyanto Syafril • Jumat, 8 Mei 2026 | 08:06 WIB
Murid SMPN 3 Sungayang sedang menari dalam acara Semarak Pekan Prestasi dan Religi beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Murid SMPN 3 Sungayang sedang menari dalam acara Semarak Pekan Prestasi dan Religi beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Mutiara, S.Pd.,Gr Guru UPT SMPN 3 Sungayang

Gemilang Minang, event  tahunan yang dihelat hebat UPT SMPN 3 Sungayang tanggal 13-16 April 2026 syarat akan makna. event tahunan ini merupakan Semarak Pekan Prestasi dan Religi di SMPN 3 Sungayang.

Tradisi baik dalam dunia pendidikan sering kali lahir dari perpaduan antara semangat berkompetisi, pelestarian budaya, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Hal inilah yang tergambar jelas dalam rangkaian kegiatan tahunan yang digelar UPT SMPN 3 Sungayang, Kabupaten Tanahdatar.

Selama empat hari berturut-turut, sejak tanggal 13 hingga 16 April, sekolah ini menjelma menjadi pusat aktivitas pendidikan yang hidup, meriah, sekaligus sarat makna.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi telah menjadi ikon yang dinantikan berbagai kalangan, mulai dari peserta didik tingkat sekolah dasar, para guru, hingga masyarakat luas.

Dengan mengusung semangat kolaborasi dan kebersamaan, rangkaian acara ini menghadirkan berbagai perlombaan, pertunjukan budaya, hingga kegiatan religius yang menyentuh sisi spiritual peserta didik. Kegiatan pertama yaitu Lomba Rangking 1: Adu Cepat, Adu Cerdas.

Rangkaian kegiatan dibuka pada tanggal 13 April dengan lomba Rangking 1 tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini menjadi magnet utama yang menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai sekolah dasar.

Sejak pagi hari, halaman sekolah sudah dipenuhi peserta yang tampak antusias mengikuti kompetisi. Lomba Rangking 1 tidak hanya menguji kemampuan akademik siswa, tetapi juga melatih kecepatan berpikir, ketelitian, serta mental dalam menghadapi tekanan. Suasana kompetisi berlangsung sengit namun tetap sportif.

Sorak-sorai pendukung menambah semarak suasana, menciptakan energi positif yang terasa di seluruh area kegiatan. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat menumbuhkan budaya belajar kompetitif sekaligus menyenangkan.

Selain itu, lomba ini juga menjadi ajang silaturahmi antar sekolah dasar di Kabupaten Tanah Datar. Keguiatan kedua yaitu Fashion Show dan Talempong Pacik: Merawat Identitas Budaya.

Memasuki hari kedua, tanggal 14 April, suasana berubah menjadi lebih artistik dan kultural. Dua kegiatan utama digelar, yaitu fashion show baju adat Kecamatan Sungayang dan lomba musik tradisional talempong pacik. Fashion show menampilkan keindahan busana adat Minangkabau yang kaya akan filosofi.

Para peserta tampil percaya diri di atas panggung, memperagakan busana adat dengan anggun dan penuh kebanggaan. Kegiatan ini tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya.

Sementara itu, alunan talempong pacik menggema di lingkungan sekolah. Lomba musik tradisional ini menghadirkan kelompok-kelompok peserta yang menampilkan kekompakan dan keterampilan dalam memainkan alat musik khas Minangkabau tersebut.

Irama yang dihasilkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan tradisi yang harus dijaga. Melalui kegiatan ini, sekolah menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. 

Kegiatan ketiga yaitu Khatam Al- Quran: Meneguhkan Nilai Spiritual. Pada tanggal 15 April, nuansa religius terasa lebih kental dengan digelarnya kegiatan khatam Al-Qur’an bagi peserta didik yang telah menuntaskan bacaan Al- Quran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momen yang sangat sakral dan penuh haru, baik bagi siswa maupun orang tua. Peserta didik yang mengikuti khatam Al-Quran tampil dengan busana muslim yang rapi dan sopan. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi lantunan ayat suci Al-Quran  yang menggema di seluruh ruangan.

Tidak sedikit orang tua yang tampak haru menyaksikan putra-putri mereka mencapai salah satu tonggak penting dalam perjalanan spiritual.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. 

Sekolah berperan sebagai ruang yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk kepribadian yang berakhlak mulia. Kegiatan selanjutnya yaitu Puncak Acara: Peresmian Gedung Revitalisasi.

Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada tanggal 16 April dengan perayaan khatam Al-Quran yang dilanjutkan dengan peresmian gedung baru hasil revitalisasi.

Momentum ini menjadi simbol kemajuan dan komitmen dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Peresmian gedung dilakukan secara khidmat dengan dihadiri oleh berbagai tamu undangan penting.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bapak BPTAI Kabupaten Tanahdatar, Ibu Irban 4 Inspektorat Tanahdatar, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Pendidikan, serta jajaran bidang pendidikan SMP. Selain itu, turut hadir Camat Sungayang, wali nagari se-Kecamatan Sungayang, wali jorong senagari Minangkabau, anggota BPRN, para pemuka masyarakat, kepala sekolah SMP dan SD se-Kecamatan Sungayang, serta pengawas satuan pendidikan. Kehadiran para purna bakti SMPN 3 Sungayang, guru alumni, orang tua wali murid, dan masyarakat sekitar semakin menambah kekhidmatan acara.

Gedung baru yang diresmikan diharapkan dapat menjadi fasilitas penunjang yang lebih representatif bagi proses pembelajaran. Dengan lingkungan belajar yang lebih baik, diharapkan pula kualitas pendidikan di SMPN 3 Sungayang semakin meningkat.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Mulai dari panitia, guru, peserta didik, hingga dukungan masyarakat sekitar. 

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau tampak nyata dalam setiap tahapan kegiatan. Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat.

Sekolah tidak lagi menjadi institusi yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem sosial yang saling mendukung. Apa yang dilakukan oleh SMPN 3 Sungayang patut menjadi inspirasi bagi sekolah lain.

Menggabungkan kegiatan akademik, budaya, dan religius dalam satu rangkaian acara bukanlah hal yang mudah, tetapi terbukti mampu memberikan dampak positif yang luas.

Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, acara ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri secara utuh. Mereka tidak hanya belajar menjadi cerdas, tetapi juga berbudaya dan berakhlak.

Pada akhirnya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan, nilai budaya, dan spiritualitas. Dan melalui kegiatan ini, SMPN 3 Sungayang telah menunjukkan bahwa hal tersebut bukan sekadar konsep, melainkan dapat diwujudkan secara nyata. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan berkembang, menjadi tradisi yang membawa kebaikan bagi generasi mendatang. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Gemilang Minang 2026 #SMPN 3 Sungayang #Semarak Pekan Prestasi dan Religi #pendidikan Tanahdatar #Budaya Minangkabau