Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mendidik Bukan Sekadar Mengajar, tapi Perjalanan Jiwa

Adriyanto Syafril • Senin, 11 Mei 2026 | 08:43 WIB
Guru-guru SLB Negeri 1 Padang berfoto bersama dewan juri usai menerima penghargaan beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Guru-guru SLB Negeri 1 Padang berfoto bersama dewan juri usai menerima penghargaan beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Pagi itu, Sabtu (2/5) suasana Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat  tampak berbeda dari biasanya. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, para guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Sumatera Barat berkumpul dalam satu semangat yang sama.  

Yakni merayakan dedikasi dan pengabdian bagi dunia pendidikan. Di tengah suasana penuh khidmat itu, penyerahan Piagam Apresiasi GTK 2025 dari Dinas Pendidikan Sumatera Barat akhirnya terlaksana setelah sempat tertunda akibat musibah banjir bandang yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Piagam penghargaan yang sejatinya  diserahkan pada perayaan Hari Guru tahun 2025 itu memang harus menunggu waktu yang tepat. Duka akibat bencana alam membuat seluruh perhatian masyarakat tertuju pada upaya pemulihan dan keselamatan warga. Namun penundaan tersebut tidak mengurangi makna penghargaan yang diberikan. Bahkan, penyerahan piagam di Hari Pendidikan Nasional justru menghadirkan sejarah tersendiri, seakan menjadi simbol, dunia pendidikan tetap mampu bangkit di tengah cobaan.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mahyeldi Ansharullah selaku Gubernur Sumatera Barat, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi. Satu per satu penerima penghargaan maju ke depan dengan wajah haru dan bangga. Tepuk tangan bergema memenuhi aula ketika nama-nama terbaik diumumkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi mereka dalam memajukan pendidikan di Ranah Minang.

Kebanggaan besar kembali dirasakan  SLB Negeri 1 Padang. Tahun ini SLB Negeri 1 Padang kembali mengukir prestasi membanggakan melalui capaian para guru terbaiknya. Pada kategori Guru Transformatif, penghargaan Juara 1 berhasil diraih oleh Efrida Yanty S.Pd. Sosok guru yang terus berhasil menghadirkan inovasi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Sementara itu, penghargaan kategori Guru Dedikatif diraih Dra. Lifya. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata, pengabdian yang dilakukan dengan tulus selalu meninggalkan jejak berarti. Kesabaran, ketekunan, dan kepedulian terhadap peserta didik menjadi bagian penting dari perjalanan panjang yang terus menerus dilakukannya.

Tidak hanya itu, kebanggaan lain juga diperoleh Dewi Rahmayani S.P.I yang berhasil memboyong penghargaan sebagai Guru Transformatif sekaligus menjadi utusan Sumatera Barat ke tingkat Nasional pada ajang yang diselenggarakan BGP Sumatera Barat. Prestasi tersebut semakin mengukuhkan bahwa guru-guru SLB Negeri 1 Padang memiliki kemampuan luar biasa dalam menghadirkan inovasi dan inspirasi di dunia pendidikan inklusif.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Habibul Fuadi, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan apresiasi ini merupakan wujud nyata mendorong peningkatan mutu pendidikan di Sumatera Barat. Menurutnya, praktik baik yang dilakukan para guru, kepala sekolah, pengawas, maupun tenaga kependidikan perlu diapresiasi agar dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi pendidik lainnya.

“Apresiasi yang diberikan hari ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk pengakuan atas kerja keras dan dedikasi yang telah dilakukan. Semoga praktik baik ini dapat disebarkan dan menginspirasi lebih banyak pendidik di Sumatera Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat dalam arahannya menyampaikan, penghargaan yang diberikan kepada para insan pendidikan merupakan bentuk penghormatan atas inovasi, dedikasi, dan inspirasi yang telah mereka hadirkan. Menurut beliau, pendidikan tidak hanya soal mengajar di dalam kelas, tetapi juga membangun karakter dan menyentuh jiwa peserta didik.

“Pendidikan yang baik akan berefek pada peningkatan mutu pendidikan di Sumatera Barat. Lingkungan belajar yang kondusif akan membuat peserta didik bersemangat dalam menuntut ilmu. Mendidik bukan hanya mengajar, tetapi juga menghubungkan jiwa seorang guru dengan Sang Pencipta. Tidak ada satu pun yang diciptakan Allah sia-sia,” ungkap beliau penuh makna.

Pada kesempatan tersebut, gubernur juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi penyemangat bagi guru-guru lainnya untuk terus berinovasi dan menghadirkan perubahan positif dalam dunia pendidikan. Menurutnya, dari tangan para guru inilah akan lahir generasi hebat yang kelak menjadi penentu kebijakan dan masa depan bangsa.

Hari itu, di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, penghargaan yang sempat tertunda akhirnya menemukan momennya. Tidak sekadar penyerahan piagam, tetapi juga pengingat bahwa pengabdian seorang guru akan selalu memiliki arti besar bagi masa depan pendidikan. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Padang