Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Guru Literat, Pendidikan Hebat

Adriyanto Syafril • Selasa, 12 Mei 2026 | 09:35 WIB
Roza Sepri Antoni, S.Pd. SD., M.Pd
Roza Sepri Antoni, S.Pd. SD., M.Pd

Penulis : Roza Sepri Antoni, S.Pd. SD., M.Pd. - Kepala SDN 16 Sikapak Timur

Dalam kontek pendidikan, guru memegang peran sentral sebagai agen perubahan. Oleh karena itu literasi bagi guru menjadi hal yang sangat penting dan tidak bisa di abaikan. Di era perkembangan informasi  yang begitu pesat, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami menganalisis, serta menggunakan informasi secara bijak. Guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru secara langsung memiliki kebiasaan membaca, menulis, dan berfikir kritis, dan hal ini tentu secara tidak langsung ditiru oleh murid. Ketika guru memiliki budaya literasi yang kuat, Susana belajar dalam kelas akan lebih hidup, kaya akan diskusi, serta mendorong murid aktif mencari informasi.

Literasi membantu guru mengembangkan diri. Dengan membaca berbagai refereansi, baik buku, jurnal, maupun sumber digital, guru dapat memperbaharui pengetahuan dan metode pembelajaran. Hal ini penting bagi guru agar proses pembelajaran tidak monoton dan selalu relevan dengan perkembangan zaman. Apalagi di era digital, informasi sangat mudah diakses, walaupun tidak semuanya dapat dipercaya. Guru yang memiliki kemampuan literasi digital akan mampu memilah informasi yang valid dan mengajarkannya kepada siswa. Inilah yang menjadi bekal penting bagi siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh berita menyesatkan (hoaks).

Guru yang literat akan mampu merancang pembelajaran yang bermakna, lebih kreatif dan inovatif. Dengan berbagai sumber informasi, guru dapat mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan bermakna. Selain itu, lingkungan juga menjadi bagian dalam menunjang berkembangannya literasi di sekolah. Untuk menciptakan budaya literasi sekolah yang baik, guru dapat mengembangkan pojok baca di kelas, atau kegiatan menulis kreatif. Ketika budaya ini terbentuk, maka kualitas pendidikan akan meningkat secara menyeluruh.
Literasi bagi guru adalah kunci danlam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Guru yang literat tidak hanya mampu mengajar dengan baik, tetapi juga mampu menginspirasi murid untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Oleh karena itu, literasi bagi guru adalah sebuah kewajiban  dan kebutuhan yang harus terus dikembangkan disetiap satuan pendidikan. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Sumatera Barat (Kota dan SMA/SMK)