Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Halaman Kelas Pangan Lestari

Adriyanto Syafril • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:50 WIB
Murid SD Negeri 21 Payakumbuh sedang memanfaatkan lahan di depan sekolah beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Murid SD Negeri 21 Payakumbuh sedang memanfaatkan lahan di depan sekolah beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Syafrianto rajo Mudo, S.Pd, Gr - Guru SD Negeri 21 Payakumbuh

Kepala Sekolah Dasar Negeri 21 Payakumbuh, senantiasa melakukan terobosan-terobosan pengembangan dari program sekolah adiwiyata. Bagi kepala sekolah dan semua guru maupun tenaga kependidikan di SD Negeri 21 Payakumbuh, juara 3 Adiwiyata tingkat provinsi Sumatera Barat bukanlah hanya sekedar prestasi yang harus terhenti sampai dikepuasan saja. Kesadaran ini mengantarkan kepada tindakan civitas redusa untuk mengoptimalkan pertahanan nilai-nilai adiwiyata melalui pemanfaatan halaman kelas dengan menanam pangan dalam bentuk jenis sayur-sayuran.

Halaman Kelas Pangan Lestari (HKPL) merupakan sebuah alternatif dan bahkan menjadi solusi pemenuhan pangan yang diolah dengan memperhatikan nilai ekonomis untuk sekolah serta efektif sekali dalam mengajarkan peserta didik untuk berperilaku cinta lingkungan dengan pengolahan yang benar melalui prinsip pertanian atau perkebunan.  Selain itu, halaman kelas pangan lestari ini juga memberikan kemudahan bagi semua warga sekolah yang membutuhkan sayur-sayuran untuk di masak dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar, artinya paling tidak membantu hematnya pengeluaran rumah tangganya warga sekolah serta menambah pendapatan sekolah yang bisa digunakan untuk keberlangsungan program-program pendidikan sekolah, karna hasil pangan dapat dikelola sebagai pemasukan untuk kesejahteraan warga sekolah dalam bentuk penunjangan peningkatan kualitas kompetensi, terutama bagi peserta didik.

HKPL merupakan gerakan yang sangat kondusif mewujudkan tanaman pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan atau halaman kelas berbasis sumber daya lingkungan sekolah serta memperlihatkan tindakan pelestarian sumber daya genetik melalui pengembangan taman kelas menjadi kebun bibit sekolah. Gambaran yang terlihat di lingkungan sekolah mengenai pola konsumsi, terutama bagi peserta didik adalah masih rendahnya pencapaiannya dalam mengkonsumsi sayuur dan buah yang direkomendasikan secara kesehatan. Pola konsumsi warga sekolah masih didominasi padi-padian, lemak, minyak dan gula, bahkan jajanan masih didominasi dengan makan instan yang siap saji dengan kata lain yang berpengawet atau masih tinggi zat kimia olahan pabrik.

Keadaan seperti tergambar tersebut, mendorong pihak-pihak pelaksana pendidikan di SD Negeri 21 Payakumbuh untuk menggemakan peningkatan konsumsi sayur atau bahan makanan organik secara alami melalui program HKPL. Hal ini mulai dari penuangan pengenalan jenis sayur, cara pengolahan, kandungan sayur dan pelestarian sayur. Pelaksanaan sosialisasi melalui dunia pendidikan mengenai HKPL merupakan suatu bentuk keseriusan sekolah dalam mewujudkan program serta dukungan dalam pengentasan rentan terhadap rawan pangan sedini mungkin. Selain itu, HKPL juga memberikan proses edukasi pemanfaatan akses air terhadap tanaman dan program yang mampu menggalakan pembibitan dipekarangan melalui pemanfaatan halaman di pemukiman, kalau di sekolah di halaman kelas. Program ini sangat banyak memiliki manfaat yang diringi dengan tingginya semangat untuk menanam karena hal itu sangat dibutuhkan. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Sumatera Barat