Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tiga Tahun Menenun Cerita, Kini kembali ke Orang Tua

Adriyanto Syafril • Senin, 18 Mei 2026 | 08:30 WIB
Murid SMP Negeri 30 Padang bersalaman dengan guru pada acara pelepasan siswa-siswi kelas IX, Selasa (12/5) . (TIM ALMAN GURU)
Murid SMP Negeri 30 Padang bersalaman dengan guru pada acara pelepasan siswa-siswi kelas IX, Selasa (12/5) . (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Zahratil Husna - Guru SMP Negeri 30 Padang

Siklus di dalam dunia pendidikan selalu mempertemukan kita pada dua momen yang kontradiktif, namun sama indahnya: momen menyambut dengan penuh harapan dan momen melepas dengan penuh kebanggaan.

Di pertengahan Mei 2026 ini, riuh rendah koridor SMP Negeri 30 Padang perlahan berganti menjadi atmosfer yang syahdu. Tirai perpisahan akhirnya resmi tersingkap untuk melepas siswa-siswi kelas IX.

Tiga tahun lalu, bapak dan ibu wali murid datang ke gerbang sekolah ini untuk menitipkan anak-anak mereka yang kala itu masih menatap dunia dengan kepolosan khas lulusan sekolah dasar.

Pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu, setelah tiga tahun prosesi penyerahan itu berlalu, kami berdiri di halaman sekolah untuk mengembalikan anak-anak tersebut ke pangkuan orang tua mereka.

Namun, mereka tidak lagi pulang dengan kepolosan yang sama. Mereka pulang sebagai pohon-pohon muda yang kokoh, siap tumbuh menjulang, dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.

Ada yang unik dan mendalam pada perayaan pelepasan tahun ini. Halaman sekolah SMPN 30 Padang disulap menjadi panggung budaya yang megah.

Sentuhan estetika lokal begitu kental terasa pada pentas permanen yang dihias indah dengan kain tirai tabih, sebuah mahakarya kerajinan khas Minangkabau yang luar biasa karena merupakan hasil karya mandiri tangan-tangan kreatif siswa kelas IX sendiri.

Di bawah deretan tenda yang dipadati para tamu undangan, dekorasi tirai tabih itu seolah menjadi simbol visual dari tema besar kami, yaitu “Menenun Cerita”.

Selama tiga tahun, para guru bersama murid telah menenun helai demi helai karakter, disiplin, dan ilmu pengetahuan.

Di atas panggung berhiaskan tirai tabih itulah, prosesi pengalungan medali kelulusan berjalan dengan khidmat. Acara tersebut diselingi riuh tepuk tangan apresiasi atas berbagai penampilan pentas seni yang memukau dari bakat-bakat muda sekolah kami.

Di balik kesuksesan jalannya acara yang begitu rapi dan menyentuh ini, apresiasi tinggi patut disematkan kepada Ramli, S.Pd., guru Matematika senior SMPN 30 Padang yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana.

Bersama tim panitia yang solid, beliau berhasil mengorkestrasi acara perpisahan ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh warga sekolah.

Bobot dan marwah sebuah institusi pendidikan dapat dilihat dari seberapa besar dukungan ekosistem di sekelilingnya.

Acara pelepasan kelas IX SMPN 30 Padang menjadi bukti nyata betapa sekolah ini tertanam kuat dalam harmoni kemitraan dengan berbagai pihak.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Agusrial, S.Pd., momentum bersejarah ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh para tokoh penting dari berbagai sektor.

Dari pihak Dinas Pendidikan dan pengawas hadir Riana Agus Fitria, M.Pd.T. selaku Pengawas Pembina serta Indriyedi Bakri, S.Pd., M.T. selaku Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Padang.

Kehadiran mereka menegaskan pengakuan atas mutu dan capaian akademis sekolah.

Dukungan moril dari lingkungan sekitar diwakili oleh Dwi Asri Rusdianti, S.E., M.M. selaku Sekretaris Camat Padang Timur serta Yudafril, S.T. selaku Lurah Simpang Haru beserta jajaran.

Sinergi kamtibmas yang kokoh juga tampak dari kehadiran Aiptu Nofriadi, S.H. selaku Bhabinkamtibmas Simpang Haru dan Sertu Aprinol selaku Babinsa Simpang Haru.

Hubungan internal dan eksternal sekolah diperkuat oleh kehadiran Adlin Gusmar, S.Sos. selaku Ketua Komite serta Harpen Eka Saputra, S.A.B. selaku pimpinan BPR Bank Raga Dana Sejahtera.

Sementara itu, kehadiran Revianti, M.Pd. selaku purna Kepala SMPN 30 Padang menjadi jembatan emosional bahwa prestasi hari ini merupakan buah dari estafet kepemimpinan yang berkesinambungan.

Kehadiran para tokoh lintas sektoral ini seolah menjadi saksi bersama bahwa anak-anak yang lulus dari SMPN 30 Padang adalah aset berharga yang siap didukung oleh seluruh komponen masyarakat untuk menjadi pemimpin masa depan.

Kepada anak-anakku kelas IX, gerbang yang kalian lewati hari ini bukanlah garis akhir (finish), melainkan garis awal (start) dari perlombaan yang sesungguhnya di jenjang SMA, SMK, atau MA.

Dunia di luar sana bergerak sangat cepat dan menawarkan tantangan yang jauh lebih kompleks.

Pesan terpenting dari ruang guru SMPN 30 Padang untuk kalian adalah jangan pernah menanggalkan jubah karakter yang telah ditenun selama tiga tahun di sekolah ini.

Ke mana pun kaki kalian melangkah di jenjang pendidikan yang baru, bawalah prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi akar budaya kita di Minangkabau.

Jadilah pemenang di tempat yang baru, namun tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati.

Hari ini, kami mengembalikan amanah luhur ini ke pangkuan ibu dan ayah di rumah dengan rasa bangga yang membuncah.

Mohon maaf atas segala kekurangan kami para guru dalam menuntun putra-putri bapak dan ibu selama ini.

Untuk anak-anakku sekalian, bentangkan sayapmu setinggi mungkin. Terbanglah mengejar cita-cita, gapailah bintang di langit, namun jangan pernah lupa pada tanah tempatmu berpijak dan almamater tempatmu berakar.

SMP Negeri 30 Padang akan selalu merindukan kepulangan kalian sebagai tokoh-tokoh hebat di masa depan.

Selamat berjuang. Teruslah menenun cerita indah di lembar kehidupan yang baru!  (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Menenun Cerita #Budaya Minangkabau #pelepasan siswa #Laman Guru Padang #SMPN 30 Padang