Penulis : Rika Farlina, S.Pd - Kepala SD Negeri 11 Payakumbuh
Di sela-sela halaman sejarah yang tertulis rapi, nama Raden Ajeng Kartini selalu bersinar bagai lentera kecil yang tak pernah padam. Kartini bukan sekadar tokoh dalam buku pelajaran. Ia adalah sosok yang berani bersuara saat banyak yang diam, ia adalah langkah yang berani berjalan saat banyak yang terhenti. Baginya, pendidikan bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi tentang membentuk karakter, membuka wawasan, dan membangun jiwa yang kuat serta beradab.
Udara pagi di sekitar lingkungan SD Negeri 11 Payakumbuh terasa berbeda, hangat namun segar, dihiasi riuh ria dan dentingan alat musik yang memenuhi setiap sudut. Keluarga besar SD Negeri 11 Payakumbuh turun di lingkungan Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara membawa semangat dalam sebuah Pawai Drumband Semarak Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Sebelum derap langkah pertama dimulai, suasana berubah menjadi khidmat. Seluruh peserta pawai berdiri tegak dalam barisan yang rapi saat Bapak dan Ibu Pengawas Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh berdiri di depan barisan untuk memberikan arahan dan restu.
Dalam sambutannya, Pengawas Satuan Pendidikan , Ramon Zamora ,S.Pd menyampaikan pesan, pendidikan adalah senjata paling ampuh mengubah dunia, dan semangat Kartini harus tetap hidup dalam sanubari.
Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim dan lambaian Bendera Start dari tangan pengawas, pawai Drumband SD Negeri 11 Payakumbuh resmi dilepas. Kibaran bendera itu menjadi simbol dimulainya perjalanan panjang generasi muda Payakumbuh khususnya SD Negeri 11 Payakumbuh dalam menuntut ilmu dan mengukir prestasi.
Dengan penuh semangat, barisan panjang ini mulai melangkah meninggalkan gerbang sekolah. Rute yang ditempuh dimulai dari Gerbang SDN 11 Payakumbuh, rombongan bergerak tertib menuju Jln. Prof Hamka, kemudian jln. Puti Elok, melewati kantor Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, dan menyapa warga di sepanjang jln. R.A Kartini sebelum akhirnya kembali ke titik akhir di sekolah. Di setiap tikungan rute yang dilalui, barisan ini menjadi pusat perhatian, menyebarkan aura positif dan kebanggaan bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Seragam Drumband yang gagah berpadu dengan warna-warni batik, menciptakan mosaik visual yang indah. Hal ini menjadi simbol bahwa di SD Negeri 11 Payakumbuh, pendidikan modern dan pelestarian budaya berjalan beriringan seirama dengan filosofi Alam Takambang Jadi Guru.
Masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalan disuguhi penampilan yang memukau. Dentuman bass drum yang mantap melambangkan tekad baja para pendidik di SD Negeri 11 dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pawai ini adalah pesan kuat dari kami, SD Negeri 11 Payakumbuh, kepada dunia: bahwa semangat literasi dan emansipasi tidak akan pernah padam. Melalui peringatan Hari Kartini dan Hardiknas ini, kita berkomitmen untuk terus bergerak, belajar, dan berdampak. Ketukan drum mungkin berakhir saat barisan kembali ke sekolah, namun semangat untuk menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan religius akan terus bersemi di dada setiap siswa-siswi SD Negeri 11 Payakumbuh.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran sosok-sosok luar biasa di balik layar. Kami ingin menghaturkan terima kasih kepada seluruh Orang Tua dan Wali Murid SDN 11 Payakumbuh. Dukungan Bapak dan Ibu baik secara moral, materi, waktu, hingga tenaga dalam mempersiapkan kostum dan mendampingi putra-putrinya—adalah bukti nyata dari sinergi pendidikan yang hebat. Tanpa kerelaan dan kasih sayang Bapak/Ibu, kemeriahan hari ini tidak akan mungkin terwujud. Inilah bentuk nyata dari “Gotong Royong” dalam memajukan masa depan anak-anak kita. (*)
Editor : Adriyanto Syafril