Penulis : Tosli Yelni,S.Pd, M.Pd.E - Kepsek SMAN 1 Salimpaung
Lokakarya SMAN 1 Salimpaung menjadi simbol bukti kesiapan sekolah menyambut tahun ajaran 2026/2027. Lokakarya pertama ini dibuka Kadisdik Sumbar Habibul Fuadi, S.Pd, M.Si didampingi Kacabdin wilayah VI, Tasman Firdaus, S.PdI, M.Pd, juga Pengawas Satuan Pendidikan Drs. Asricun M, M. Pd. Mereka menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen demi mewujudkan pendidikan bermutu.
SMAN 1 Salimpaung menyambut meriah kedatangan Kadisdik, Kacabdin dan para tamu lainnya dalam rangka pembukaan lokakarya tahun ajaran 2026/2027 pada Sabtu, (9/5). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pihak sekolah dalam menyusun arah program pendidikan sekaligus memperkuat sinergi seluruh unsur pendidikan demi mewujudkan mutu pembelajaran yang lebih baik.
Pihak sekolah menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat terhadap perkembangan pendidikan di SMAN 1 Salimpaung. Lokakarya bukan hanya kegiatan rutin tahunan dalam menyusun program kerja, melainkan ruang refleksi bersama mengevaluasi perjalanan pendidikan sekaligus menyatukan visi seluruh warga sekolah.
Lokakarya ini diharapkan menjadi langkah awal bagi sekolah merancang program yang benar-benar berpihak pada kemajuan peserta didik. Kami berharap seluruh unsur sekolah dapat berkolaborasi dan bergerak bersama demi mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
Dengan mengusun tema “Melalui Budaya Sekolah yang Kolaboratif dan Reflektif, Kita Tingkatkan Implementasi Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua” menjadi bentuk komitmen sekolah dalam membangun budaya pendidikan yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, hingga masyarakat.
Dalam arahannya, Kacabdin wilayah VI Tasman Firdaus menyampaikan, kegiatan lokakarya memiliki peran penting dalam membangun harapan masyarakat terhadap kemajuan sekolah. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dapat hadir langsung di SMAN 1 Salimpaung setelah sebelumnya mengunjungi beberapa sekolah lain di wilayah tersebut.
“Lokakarya ini bukan hanya tentang menyusun program sekolah, tetapi menjadi tiang harapan bagi orang tua dan masyarakat terhadap kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Habibul Fuadi menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang kuat melalui kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam memimpin satuan pendidikan tidak dapat diselesaikan sendiri tanpa dukungan guru, pengawas, komite sekolah, serta masyarakat.
“Ketika menjadi kepala sekolah tentu ada beban dan persoalan yang harus dihadapi. Namun semuanya akan berjalan baik karena kepala sekolah tidak sendirian. Ada guru, pengawas, komunitas MKKS, orang tua, dan masyarakat yang menjadi bagian dari kekuatan pendidikan,” katanya.
Ia juga menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah di Sumatera Barat. Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena banyak dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga serta lingkungan pergaulan yang kurang baik.
“Kalau ada 100 anak tamat SMP, maka 100 juga harus melanjutkan ke SMA. Ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan pendidikan,” tegasnya.
Selain persoalan pendidikan formal, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat jitu uga menyinggung pentingnya pembinaan karakter peserta didik di tengah tantangan perubahan sosial saat ini. Ia menyebut sekolah memiliki tugas besar sebagai tempat pembinaan karakter dan moral generasi muda.
“Tugas sekolah hari ini sangat berat. Apa yang terjadi di masyarakat akan tercermin dalam diri peserta didik. Karena itu sekolah harus menjadi bengkel yang mampu membina dan memperbaiki karakter anak-anak kita,” ujarnya.
Ia turut menyoroti pelaksanaan program pembiasaan karakter melalui “7 Kebiasaan Anak Hebat”, termasuk program salat berjamaah di sekolah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan penuh dari orang tua serta lingkungan sekitar.
Di sela kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat juga melakukan wawancara bersama Ketua OSIS sekaligus anggota redaksi sekolah, Vhiela Agresti Ayunda. Dalam kesempatan tersebut, Habibul Fuadi menyampaikan kesan positifnya terhadap lingkungan sekolah.
“Saya merasa gembira karena lingkungannya asri, bersih, warganya ramah, dan anak-anaknya juga hebat,” ungkapnya.
Terkait tema lokakarya, ia menilai budaya sekolah yang kolaboratif dan reflektif merupakan syarat utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, program sekolah tidak akan berjalan tanpa dukungan seluruh pihak, termasuk siswa dan orang tua.
“Kalau sekolah punya program tetapi siswa tidak mendukung, tentu program itu tidak akan berjalan. Begitu juga sebaliknya. Karena itu seluruh unsur harus saling bahu-membahu agar program yang telah dirumuskan dalam lokakarya dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Menutup kegiatan, kepala sekolah berharap lokakarya tahun ajaran 2026/2027 dapat menghasilkan program-program yang inovatif, realistis, dan mampu menjawab tantangan pendidikan saat ini. Selain itu, sekolah juga berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak demi mendukung kemajuan pendidikan di SMAN 1 Salimpaung. (*)
Editor : Adriyanto Syafril