Penulis : Muhammad Harizon, S.Pd - Guru BK MAS TI Koto Tinggi
PADEK.JAWAPOS.COM-KULIAH ke luar negeri merupakan impian banyak siswa yang duduk di bangku sekolah menengah atas maupun madrasah aliyah. Salah satu kampus favorit yang menjadi tujuan para santri adalah Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Universitas Al-Azhar dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi Islam tertua dan paling bergengsi di dunia. Kampus ini menjadi pusat kajian Islam Sunni yang menerima mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Selain dikenal sebagai pusat pendidikan Islam, Mesir juga memiliki nilai historis yang kuat dalam peradaban Islam. Sejumlah kisah para nabi, seperti Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Yakub, dan Nabi Ibrahim, memiliki keterkaitan dengan negeri tersebut.
Karena itulah Mesir sering dijuluki sebagai bumi para nabi. Julukan tersebut semakin menambah daya tarik bagi para pelajar yang ingin menuntut ilmu di sana.
Bagi warga negara Indonesia, proses masuk ke Universitas Al-Azhar harus melalui beberapa tahapan seleksi. Pendaftaran biasanya dilakukan melalui Kementerian Agama atau lembaga resmi yang bermitra dengan Al-Azhar.
Tahapan berikutnya adalah ujian kemampuan bahasa Arab atau Tahdid Mustawa. Kemampuan berbahasa Arab menjadi syarat utama karena seluruh proses perkuliahan menggunakan bahasa Arab.
Calon mahasiswa juga mengikuti program persiapan bahasa atau Daurah Lughah. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi sebelum memasuki dunia perkuliahan.
Selain itu, terdapat ujian Mu'adalah atau ujian penyetaraan yang menjadi syarat masuk Universitas Al-Azhar. Setelah dinyatakan lulus, peserta melanjutkan proses pengurusan paspor dan visa pelajar.
Pada tahun ini, Salwa Sal Sabila, santriwati Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PPMTI) Koto Tinggi Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar, berhasil melewati seluruh tahapan tersebut.
Keberhasilan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PPMTI Koto Tinggi. Untuk pertama kalinya, pondok pesantren tersebut berhasil mengantarkan santrinya melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo.
Salwa telah menyelesaikan berbagai tahapan seleksi, mulai dari Tahdid Mustawa, Daurah Lughah, Daurah Ta'hiliyyah, Hadasah Mu'adalah, hingga proses pemberkasan dan pengurusan visa.
Ia juga memenuhi berbagai persyaratan khusus yang ditetapkan pihak Al-Azhar. Persyaratan tersebut meliputi penyetaraan ijazah, batas usia maksimal 25 tahun, kemampuan bahasa Arab, paspor aktif, akta kelahiran, pas foto, serta surat rekomendasi dari pondok pesantren.
Tidak hanya sukses mengantarkan santri ke luar negeri, PPMTI Koto Tinggi juga mencatat prestasi di dalam negeri. Sejumlah santri berhasil lolos ke berbagai perguruan tinggi melalui jalur SNBP, UTBK-SNBT, SPAN-PTKIN, maupun jalur mandiri.
Kepala Madrasah Aliyah Tarbiyah Islamiyah, Buya Damsir Datuak Maharajo Nan Salareh, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Salwa menjadi sejarah baru bagi PPMTI Koto Tinggi. Ia berharap pencapaian itu dapat memotivasi santri lainnya untuk terus berprestasi.
Buya Damsir juga mengungkapkan bahwa pada tahun depan pihak pesantren berencana mengusulkan tiga santri untuk mengikuti proses pendaftaran ke Universitas Al-Azhar Kairo.
Saat ini, Salwa masih berupaya mencari dukungan biaya keberangkatan ke Mesir. Ia mendapat bantuan dari orang tua, keluarga, pimpinan pondok, majelis guru, para donatur, serta sejumlah lembaga sosial.
Harapannya, semakin banyak pihak yang peduli terhadap pendidikan generasi muda di Kabupaten Tanahdatar. Dengan dukungan tersebut, para pelajar berprestasi dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan kembali mengabdi kepada masyarakat dengan ilmu yang mereka peroleh.(*)
Editor : Adriyanto Syafril