Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bangun Budaya Positif Melalui Sakato Mangaji

Adriyanto Syafril • Rabu, 24 Juni 2026 | 07:45 WIB
Mery Lusi Yanti, S.Pd.SD
Mery Lusi Yanti, S.Pd.SD

Penulis : Mery Lusi Yanti, S.Pd.SD - Kepala UPTD SDN 06 Kubang.

Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kebiasaan, dan nilai kehidupan. Dalam dunia pendidikan saat ini, keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari tinggi­nya nilai akademik siswa, melainkan juga bagaimana sekolah mampu membangun budaya yang positif, religus, disiplin, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

Budaya sekolah merupakan kumpulan nilai, kebiasaan, aturan, dan tradisi yang tumbuh serta dijalankan secara konsistendalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Budaya tersebut terlihat dari cara guru mengajar, sikap siswa terhadap guru, kedisiplinan warga sekolah, kebersihan lingkungan, hingga kebiasaan saling menghormati dan menghargai sesama.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, penguatan karakter peserta didik menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Tidak sedikit anak-anak yang mulai mengalami penurunan disiplin, kurangnya kepedulian sosial, hingga berkurangnya kebiasaan religius dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sekolah perlu menghadirkan budaya positif yang mampu menjadi benteng pembentukan karakter generasi muda.

Salah satu langkah penting dalam membangun budaya sekolah yang positif adalah melalui penguatan nilai-nilai religius. Dalam konteks ini, program “Sakato Mengaji” yang menjadi program unggulan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan karakter di sekolah. Program ini tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Quran, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, akhlak, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

Di UPTD SDN 06 Kubang, program Sakato Mengaji menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang religius dan berkarakter. Kegiatan mengaji dilakukan secara rutin sebagai pembiasaan positif sebelum proses pembelajaran dimulai. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar membaca Al-Quran, tetapi juga belajar tentang ketenangan, kesopanan, kedisiplinan, dan rasa hormat kepada guru maupun orang tua.

Pembiasaan seperti membaca doa bersama, budaya salam dan senyum, literasi pagi, menjaga kebersihan ling­kungan sekolah, serta kegiatan gotong royong terus dikem­bangkan sebagai bagian dari budaya sekolah. Guru menjadi teladan utama dalam memberikan contoh sikap disiplin, santun, dan bertanggung jawab. Keteladanan inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam membentuk karakter peserta didik.

Program Sakato Mengaji juga memperkuat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan karakter tidak akan berhasil jika hanya dilakukan di lingkungan sekolah tanpa dukungan orang tua di rumah. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah dan wali murid menjadi sangat penting agar nilai-nilai religius dan budaya positif dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Budaya sekolah yang positif memberikan dampak besar terhadap peningkatan mutu pendidikan. Lingkungan seko­lah yang tertib, religius, aman, dan nyaman akan membantu siswa lebih fokus dalam belajar serta membangun hubungan sosial yang sehat. Siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki rasa tanggung jawab.

Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang pintar secara intelektual, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan nilai moral yang baik. Program Sakato Mengaji menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat budaya sekolah sekaligus me­nanamkan nilai religius dalam kehidupan peserta didik.

Melalui budaya sekolah yang positif dan dukungan program keagamaan seperti Sakato Mengaji, sekolah diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta berakhlak mulia demi menyongsong masa depan yang lebih baik. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#UPTD SDN 06 Kubang #Budaya Sekolah Positif #pendidikan karakter #Laman Guru Limapuluh Kota #Sakato Mengaji