Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PKBM Biba Course Ujung Gading, Pasaman Barat: Membangun Harapan, Menjangkau yang Terpinggirkan

Adriyanto Syafril • Jumat, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB
Kegiatan PBM di PKBM Biba Course di Jorong Koto Pinang  Ujung Gading,  Kecamatan Lembah Melintang  Kabupaten Pasaman Barat beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Kegiatan PBM di PKBM Biba Course di Jorong Koto Pinang Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Elvis Betrizon - Ketua Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional Provinsi, Sumatera Barat

Di tengah berbagai tantangan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang mengalami putus sekolah atau tidak dapat mengakses pendidikan formal secara optimal, keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran yang sangat penting.

Salah satu lembaga yang hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat adalah PKBM Biba Course yang beralamat di Jorong Koto Pinang  Ujung Gading  Kecamatan Lembah Melintang  Kabupaten Pasaman Barat.  PKBM  ini telah memperoleh akreditasi A, sebuah pencapaian yang menunjukkan mutu penyelenggaraan pendidikan yang baik. 

Saya pernah mengunjungi PKBM Biba Course saat melakukan perjalanan me­nuju Kecamatan Ranah Batahan yang berjarak sekitar 51 kilometer dari Ujung Gading. Kunjungan tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Di tengah kesibukan masyarakat dan dinamika kehidupan di wilayah Pa­sa­man Barat, PKBM ini tampak berdiri sebagai pusat pembelajaran yang memberikan harapan bagi ma­sya­ra­kat yang belum menuntaskan pendidikan formalnya.

Saya melihat adanya semangat yang tinggi dari penyelenggara dan tutor dalam melayani warga belajar. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan pendidikan sepanjang hayat bagi masyarakat.

Lembaga ini menyelenggarakan Program Paket A, Paket B, dan Paket C yang setara dengan jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu juga ada  program pendidikan kecakapan hidup (life skill).  Program tersebut menjadi alternatif pendidikan bagi anak putus sekolah, pekerja, ibu rumah tangga, maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa terkendala usia. Kehadiran PKBM ini membuktikan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara dan dapat diakses kapan saja serta oleh siapa saja.

Di lingkungan ma­sya­rakat Ujung Gading dan sekitarnya, Biba  Course telah tumbuh menjadi lembaga yang dipercaya. Masyarakat memandang PKBM ini bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, tetapi juga sebagai wadah pembinaan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Fleksibilitas waktu belajar menjadi salah satu alasan masyarakat memilih pendidikan kesetaraan. Warga belajar dapat menyesuaikan jadwal belajar dengan aktivitas pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga sehingga proses pendidikan tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di Biba  Course tidak terlepas dari peran penyelenggara lembaga yang dipimpin Ardina.  Sebagai kepala satuan pendidikan ia memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Mulai dari pengelolaan administrasi, pe­ngem­bangan program, pemenuhan sarana prasarana, hingga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Komitmen yang kuat dari pengelola menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan lembaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Tak bisa diabaikan, peran tutor juga sangat menentukan keberhasilan pembelajaran.  Mereka  tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga berperan sebagai motivator, pembimbing, dan pendamping bagi warga belajar. Karakteristik peserta didik pendidikan kesetaraan yang beragam, baik dari segi usia, latar belakang sosial, maupun pengalaman hidup, menuntut tutor untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang fleksibel, humanis, dan kontekstual. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu menjawab kebutuhan nyata peserta didik.

Peserta didik atau warga belajar Biba Course berasal dari berbagai kalangan. Sebagian merupakan remaja yang putus sekolah karena faktor ekonomi, sebagian lagi adalah masyarakat yang telah bekerja tetapi ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan. Tidak sedikit pula peserta didik yang mengikuti program kesetaraan sebagai persiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mengikuti seleksi pekerjaan, maupun meningkatkan karier. Keragaman latar belakang peserta didik tersebut menjadikan suasana belajar lebih dinamis dan kaya akan pengalaman.

Dari sisi prestasi, pencapaian akreditasi A merupakan salah satu prestasi penting yang membuktikan komitmen lembaga terhadap mutu layanan pendidikan. Selain itu, keberhasilan meluluskan warga belajar setiap tahun dan mengantarkan mereka melanjutkan pendidikan atau memperoleh pekerjaan yang lebih baik merupakan prestasi sosial yang sangat berharga. Keberhasilan alumni dalam meningkatkan kualitas hidup menjadi indikator nyata bahwa  Biba Course telah menjalankan fungsi pendidikan secara optimal.

Dengan berbagai capaian dan kontribusi tersebut, PKBM Biba Course layak dipandang sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal yang eksis, adaptif, dan berkomitmen dalam menyukseskan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Pasaman Barat. Kehadirannya tidak hanya membantu menuntaskan wajib belajar, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah masyarakat. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Sumatera Barat