Penulis : Zia Azizah Imran - Guru SDN 22 Lubuk Minturun
Semangat belajar dan keberanian mencari pengalaman terpancar dari Tim Jurnalis Cilik SDN 22 Lubuk Minturun saat menggelar wawancara eksklusif bersama Junita Witri, S.STP., M.Si., Kepala Bidang (Kabid) Inovasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang.
Kegiatan edukatif ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen sekolah dalam menumbuhkan kemampuan literasi, komunikasi, dan berpikir kritis peserta didik sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, Bilqis bertugas sebagai jurnalis cilik yang melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar inovasi daerah, sedangkan Azka menjadi kameramen yang mendokumentasikan seluruh rangkaian wawancara.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala SDN 22 Lubuk Minturun, Suci Mulyani, S.Pd., bersama para Pembina Jurnalis Cilik, Romi Desrianto, S.Pd., dan Zia Azizah Imran, S.Pd., yang memberikan arahan serta motivasi kepada para siswa.
Bilqis membuka wawancara dengan pertanyaan lugas, “Apa itu Indeks Inovasi Daerah?”
Junita Witri menjelaskan bahwa Indeks Inovasi Daerah merupakan tolok ukur untuk menilai tingkat kreativitas suatu daerah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat sekaligus mengukur sejauh mana inovasi yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
Penilaian tersebut dilakukan secara nasional melalui ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri setiap tahun.
Bilqis kemudian melanjutkan pertanyaan, “Mengapa inovasi daerah penting bagi masyarakat?”
Junita Witri menjelaskan bahwa masyarakat merupakan sasaran utama inovasi karena berbagai pembaruan yang dilakukan bertujuan menyelesaikan persoalan masyarakat agar kehidupan mereka menjadi lebih sejahtera.
Menurutnya, kreativitas mampu menghadirkan berbagai solusi baru dalam menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat.
Bilqis kembali menggali informasi mengenai keuntungan yang diperoleh daerah yang berhasil meraih predikat Sangat Inovatif.
Junita Witri mengakui pemerintah daerah memang dapat memperoleh penghargaan maupun insentif tertentu, tetapi hal itu bukanlah tujuan utama.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Saat ditanya mengenai tantangan yang dihadapi, Junita Witri mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah regulasi yang perlu terus disempurnakan.
Namun, menurutnya tantangan terbesar adalah membangun kemauan dan komitmen semua pihak agar tidak berhenti berinovasi.
Bilqis juga menanyakan peran yang dapat dilakukan siswa dalam mendukung inovasi daerah.
Junita Witri menjelaskan bahwa peserta didik dapat memulainya dari lingkungan sekolah melalui inovasi-inovasi sederhana untuk menjawab berbagai persoalan sehari-hari, baik di bidang kebersihan, pengelolaan lingkungan, pembelajaran, maupun kegiatan positif lainnya.
Di penghujung wawancara, Junita Witri menyampaikan pesan yang menginspirasi kepada para siswa.
Ia mengapresiasi keberanian para peserta didik yang mau belajar dan mencari pengalaman melalui kegiatan wawancara serta mengajak mereka untuk terus belajar, berani mencoba, dan percaya diri agar kelak menjadi generasi yang inovatif.
Kepala SDN 22 Lubuk Minturun, Suci Mulyani, mengatakan program Jurnalis Cilik merupakan salah satu program unggulan sekolah untuk mengembangkan kemampuan literasi, komunikasi, kepemimpinan, dan karakter peserta didik.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut siswa belajar menggali informasi secara langsung dari narasumber sekaligus memperoleh pengalaman nyata di luar ruang kelas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa siswa sekolah dasar mampu tampil sebagai jurnalis muda yang kritis, percaya diri, dan siap berkontribusi melalui ide-ide kreatif demi kemajuan sekolah maupun daerah. (*)
Editor : Adriyanto Syafril