Penulis : Lindzy Maylanna - Ketua OSIS UPTD SMP Negeri 3 Kecamatan Harau
HALLO semua, perkenalkan saya Lindzy Maylanna dari UPTD SMP Negeri 3 Kecamatan Harau. Saya ingin berbagi pengalaman selama menjadi bagian dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Saya sudah bergabung di OSIS selama dua tahun. Pada tahun pertama saya menjadi anggota seksi bidang, sedangkan pada tahun kedua saya dipercaya menjadi Ketua OSIS.
Menjadi bagian dari OSIS adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Dulu saya mengira tugas anggota OSIS hanya menjadi panitia berbagai kegiatan sekolah, seperti lomba, upacara, maupun acara perpisahan.
Namun, setelah bergabung saya menyadari bahwa peran OSIS jauh lebih besar. Di organisasi ini saya belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, disiplin, serta saling menghargai.
Sebelum bergabung di OSIS, saya termasuk anak yang pendiam dan kurang percaya diri. Saya juga hanya bergaul dengan teman-teman tertentu.
Setelah aktif di OSIS, saya mulai berani menyampaikan pendapat dan bekerja sama dengan banyak orang. Saya juga menjadi lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum tanpa merasa gugup.
Meski begitu, menjadi anggota OSIS tidak selalu mudah. Ada kalanya kami harus datang lebih pagi dan pulang paling sore untuk mempersiapkan berbagai kegiatan sekolah.
Rasa lelah tentu pernah saya rasakan. Di sisi lain, tugas sekolah tetap harus diselesaikan agar tidak tertinggal.
Dari situlah saya belajar mengatur waktu antara belajar dan berorganisasi. Saya menyadari bahwa keduanya sama-sama penting dan harus dijalankan dengan seimbang.
Tantangan semakin besar ketika saya dipercaya menjadi Ketua OSIS. Saya harus menghadapi anggota dengan karakter yang berbeda-beda.
Saat rapat yang hanya dipimpin oleh pengurus OSIS tanpa didampingi pembina, saya harus mampu mengendalikan jalannya rapat. Saya juga harus menjadi penengah ketika terjadi perbedaan pendapat.
Tidak semua pengalaman berjalan mulus. Ada kalanya saya pulang ke rumah sambil menangis karena mendengar perkataan anggota yang cukup kasar dan menyakitkan.
Namun, pengalaman itu justru mengajarkan saya menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih kuat, dan mampu mengendalikan emosi.
Semua pengalaman yang saya dapatkan selama bergabung di OSIS tidak akan pernah saya peroleh di tempat lain. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga untuk masa depan saya.
Menurut saya, seorang siswa tidak hanya harus berprestasi dalam pelajaran. Seorang siswa juga perlu mampu bekerja sama, berkomunikasi, bertanggung jawab, dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sosial.
Karena itu, saya ingin mengajak teman-teman yang masih ragu untuk tidak takut bergabung dengan OSIS. Saya percaya, organisasi ini akan memberikan banyak pengalaman dan pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. (*)
Editor : Adriyanto Syafril