Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cintai Lingkungan, Satu Murid Sebatang Pohon

Yosi Isratati • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:45 WIB
Yosi Isratati M.Pd
Yosi Isratati, M.Pd

Penulis : Yosi Isratati, M.Pd - Kepala TK Harapan Kami 

Pendidikan karakter tidak hanya soal teori di dalam kelas yang bersumber dari buku teks. Bagi anak usia dini, internalisasi nilai-nilai kebaikan justru akan jauh lebih membekas apabila dilakukan melalui tindakan nyata yang menyentuh emosi dan motorik mereka. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh “TK Harapan Kami”, sebuah institusi pendidikan anak usia dini swasta yang terletak di jorong Ketinggian  Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Melalui tangan dingin sang Kepala Sekolah, Yosi Isratati,M.Pd TK ini menginisiasi sebuah gerakan lingkungan yang visioner dan sarat makna bertajuk: “Cintai Lingkungan Sejak Dini; Satu Murid  Sebatang Pohon”.

Gerakan ini bukan sekadar aktivitas seremonial menancapkan bibit ke dalam tanah lalu melupakannya begitu saja.

Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai proses pembelajaran jangka panjang yang menyeluruh adapun Keunikan dari program di TK “Harapan Kami” ini terletak pada proses awalnya, di mana pohon-pohon tersebut diperoleh dari hasil sedekah subuh  murid dengan didampingi oleh orang tua mereka masing-masing di rumah mengisi kaleng sedekah subuh yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan BAZNAZ Limapuluh Kota. Sedekah subuh dikumpulkan dan diserahkan kepada petugas BAZNAZ. kemudian pihak sekolah meminta agar   BAZNAZ memberikan bibit pohon kepada sekolah untuk dibagikan kepada tiap murid. Kolaborasi antara sekolah, murid, orang tua, dan BAZNAZ menjadi pilar utama keberhasilan program ini.

Kolaborasi yang kuat yang selalu melibatkan orang tua dalam setiap proses membawa dampak psikologis yang sangat positif bagi anak, dimana Anak-anak melihat secara langsung bagaimana orang tua mereka menghargai alam, berbagi melalui sedekah yang kemudian akan mereka tiru sampaikan mereka besar . Proses memberi sedekah, memperoleh bibit hingga siap tanam memberikan ruang diskusi yang hangat di dalam keluarga tentang pentingnya menjaga kelestarian bumi. Ketika mereka mendapatkan bibit, membawa pulang dan menanam di rumah bersama orang tua, ini akan memberikan pembelajaran yang sangat berpengaruh pada pembentukan karakter murid  dan nantinya juga akan  melatih jiwa kewirausahaan bagi anak sejak usia dini

Ibu Yosi Isratati, selaku Kepala “TK Harapan Kami”, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk menanamkan karakter bertanggung jawab kepada murid sejak usia sedini mungkin. Menanam pohon me­ngajarkan anak tentang konsekuensi sebuah tindakan. Ketika seorang anak memutuskan untuk menanam, ia juga memikul tanggung jawab untuk menyiram, mem­beri pupuk, dan memastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Sifat disiplin dan rasa kepemilikan (sense of ownership) inilah yang ingin dipupuk oleh pihak sekolah. Melalui sebatang pohon, anak-anak belajar bahwa kehidupan makhluk hidup lain berada di tangan mereka, dan kelalaian dalam merawatnya bisa berakibat buruk bagi tanaman tersebut.

Selain memupuk rasa tanggung jawab, program “Satu Murid Satu Pohon” ini juga menjadi langkah nyata dalam mengenalkan isu-isu lingkungan global secara sederhana kepada anak-anak di Kecamatan Harau. Mereka diajarkan dengan bahasa yang mudah dipahami bahwa pohon yang mereka tanam hari ini adalah pahlawan masa depan yang akan me­nyediakan udara bersih, men­cegah banjir, dan menjaga keindahan alam Nagari Sarilamak agar tetap asri.

Melalui langkah kecil namun konsisten dari sebuah TK swasta di Lima Puluh Kota ini, Yosi Isratati dan seluruh tenaga pendidik di “TK Harapan Kami” telah memberikan teladan nyata. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan status sekolah swasta bukan hambatan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan ekologis dan karakter tanggung jawab yang kokoh demi masa depan bumi yang lebih hijau. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
Satu Murid Sebatang Pohon Laman Guru Limapuluh Kota