Penulis : Yaswirman, S.Pd. - Kepala UPTD SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh
Setiap memasuki tahun ajaran baru, sekolah pada setiap jenjang pendidikan selalu menyelenggarakan masa orientasi bagi peserta didik baru. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik dapat saling mengenal, baik antarsesama peserta didik maupun dengan majelis guru dan lingkungan sekolah.
Dahulu, bentuk kegiatan serta atribut yang digunakan sangat beragam, bergantung pada kebijakan sekolah dengan OSIS sebagai pelaksana utama. Kegiatan orientasi tersebut dikemas dengan nama Masa Orientasi Siswa (MOS).
Pada saat itu, peserta didik baru diwajibkan mengenakan atribut yang unik, bahkan cenderung merepotkan, seperti tas dari kantong plastik, kalung dari bumbu dapur, hingga topi petani.
Seiring perubahan zaman dan perkembangan kebijakan, aturan tersebut bertransformasi ke arah yang lebih mendidik dan berkarakter.
Melalui Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026, istilah MOS resmi diganti menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah. Program ini wajib diselenggarakan dalam suasana yang aman, inklusif, dan menyenangkan, serta sepenuhnya bebas dari praktik perundungan (bullying) maupun perpeloncoan.
Bagian terpenting dari MPLS Ramah ini meliputi pengenalan yang memanusiakan, artinya kegiatan dirancang untuk menghormati hak anak dan memuliakan warga sekolah melalui pengalaman belajar yang bermakna dan menggembirakan.
Selain itu, program ini tidak membebani biaya, yang berarti sekolah dilarang mewajibkan pembelian seragam atau atribut baru yang dapat memberatkan orang tua peserta didik.
Prinsip humanis ini diterapkan dengan baik oleh UPTD SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh. Selama kegiatan MPLS, peserta didik baru kelas VII cukup mengenakan seragam sekolah asal (SD) mereka, mulai dari hari pertama hingga hari penutupan.
Adapun materi yang disajikan tetap berpedoman pada panduan pusat yang tercantum dalam Permendikdasmen tersebut.
Dalam pelaksanaannya, UPTD SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh juga bersinergi dengan pihak Puskesmas Koto Tinggi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dan memberikan tablet tambah darah khusus bagi peserta didik perempuan.
Melalui pemeriksaan ini, sekolah mendapatkan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan peserta didik, termasuk mengidentifikasi peserta didik yang memiliki tingkat kebugaran rendah agar dapat dipantau lebih lanjut.
Selain dengan pihak kesehatan, UPTD SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh juga bekerja sama dengan pihak kepolisian, dalam hal ini anggota Polsek Suliki. Hubungan yang telah dikukuhkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) sejak dua tahun lalu tersebut diwujudkan dalam pemberian materi terkait pelatihan baris-berbaris, aturan berlalu lintas, serta pencegahan perundungan.
Edukasi lalu lintas ini dinilai penting agar peserta didik memahami aturan mengendarai sepeda motor dan kelengkapan keselamatan yang wajib dipenuhi. Bersamaan dengan itu, melalui materi pergaulan antarsesama, peserta didik ditekankan untuk tidak melakukan tindakan kekerasan maupun perundungan terhadap teman di sekolah.
Di samping pemateri dari luar, guru-guru internal UPTD SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh juga turun langsung menyampaikan materi. Peran majelis guru ini didampingi pengurus OSIS yang bertugas memandu pembuatan yel-yel serta mengarahkan sesi penampilan bakat peserta didik.
Untuk menyegarkan suasana, peserta didik baru juga diajak melakukan kegiatan lintas alam (hiking) dengan mengunjungi sekolah lain. Kegiatan ini bertujuan melatih fisik, menerapkan etika yang baik, serta melatih cara berbaur dengan peserta didik dari sekolah lain.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari guru-guru di sekolah tujuan, yang bahkan berlanjut dengan acara makan bersama sebagai wujud silaturahmi. Di sinilah tercermin kegiatan yang berkepribadian, bermakna, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Sebagai puncak acara MPLS Ramah, UPTD SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh menggelar pentas bakat bagi setiap kelompok peserta didik dengan diiringi musik kibor (keyboard).
Acara penutupan ini dipandu langsung guru Seni Budaya yang bertindak sebagai operator kibor, sehingga membuat para peserta didik merasa puas dan gembira karena bakat mereka mendapat apresiasi.
Setelah seluruh rangkaian acara dapat dikemas dengan apik dan rapi berkat kerja sama yang solid antara kepala sekolah, seluruh guru, dan pengurus OSIS, kegiatan MPLS di UPTD SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh akhirnya resmi ditutup oleh Kepala Sekolah. (*)
Editor : Adriyanto Syafril