”Beberapa hari lalu, saya ke Pekanbaru naik travel di malam hari. Pas penurunan Kelok Indah, ternyata badan jalan berlobang besar, namun karena hujan tidak terlihat oleh pengemudi kendaraan. Saat itulah, ada pengemudi kendaraan yang terjatuh karena tidak melihat lubang itu. Dia luka parah, saya ikut membantunya,” kata Ricky Purnama, warga Koto Nan Ompek, Payakumbuh, kepada Padang Ekspres, Selasa (18/8).
Beberapa hari sebelum kejadian itu, Ricky juga mendengar ada mobil yang terlempar ke pinggir jalan, karena sopirnya tidak tahu ada lobang di dekat penurunan Kelok Indah tersebut. ”Menurut sopir travel yang saya tumpangi, hampir tiap pekan terjadi kecelakaan di titik tersebut. Titik jalan yang berlubang itu, masih masuk wilayah Limapuluh Kota, Sumbar,” kata Ricky.
Dia meminta Padang Ekspres menulis berita jalan berlubang yang sering mengundang kecelakaan di kawasan Kelok Indah, Tanjuangpauah, Pangkalan. ”Ini untuk kepentingan banyak orang. Kalau tak juga diperbaiki, saya khawatir, akan banyak korban kecelakaan di sana. Apalagi, kalau malam hari, di sekitar lokasi, gelap gulita karena tidak ada penerangan,” kata Ricky.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Limapuluh Kota, Yunire Yunirman yang dihubungi Padang Ekspres secara terpisah menyebut, akan mengkordinasikan persoalan ”lubang maut” di jalan Sumbar-Riau yang sering mengundang kecelakaan itu kepada Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional Sumbar-Riau. ”Jalan tersebut, adalah jalan negara. Kami akan koordinasikan kerusakan jalan itu kepada Satker-nya. Tolong diteruskan fotonya,” kata Yunire singkat. (frv) Editor : Novitri Selvia