”Teknologi jajar legowo adalah salah satu sistem penanaman padi di Indonesia yang pada intinya dilakukan dengan cara mengatur jarak antar benih pada saat penanaman. Sistem ini telah terbukti dapat meningkatkan hasil padi dibanding dengan penggunaan sistem konvensional,” kata Desmil Nofera seperti dirilis Diskominfo Limapuluh Kota, kemarin.
Dalam siaran pers ini disebutkan, penerapan teknologi jajar legowo di Kecamatan Mungka, diawali dari kegiatan Demfarm yang digelar Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Mungka. Dalam kegiatan ini, petani didampingi oleh penyuluh pertanian bernama Tamrul. Hingga saat ini Penerapan Teknologi Jajar Legowo sudah berkembang di lahan kelompok Tigo Alua Saiyo, bahkan sudah menyebar ke lahan-lahan sekitar.
Upaya seperti ini, setidaknya juga bisa diikuti oleh Keltan lainnya yang ada di Limapuluh Kota. Sehingga nantinya bisa berimbas pada peningkatan kesejahteraan para petani. Dan, tanam padi jarwo ini tentu bisa terus dipertahankan. (frv) Editor : Novitri Selvia