Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jaga TWA Sago Malintang, BKSDA Resmikan Jalur Pendakian

Novitri Selvia • Jumat, 13 November 2020 | 10:51 WIB
ilustrasi Gunung Sago. (net)
ilustrasi Gunung Sago. (net)
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar resmikan jalur pendakian Gunung Sago di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sago Malintang, persisnya di gerbang pendakian, Kayukolek, Jorong Sikabu-kabu, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, Limapuluh Kota, Selasa (10/11).

”Percepatan pembangunan kawasan TWA Sago Malintang untuk diketahui, saat ini sudah kita sudah selesaikan penetapan blok dan ROJP, tahapan selanjutnya pembuatan desain tapak dan detail engineering desaign (DED). Begitu juga proses penyusunan perencanaan wisata alam,” ungkap Kepala BKSDA Sumbar Erly Sukrismanto didampingi Kepala BKSDA Resort Limapukuh Kota Martias di Kayukolek.

Di hadapan para pecinta alam yang menjadi peserta launching dibukanya jalur resmi pendakian Gunung Sago, Kepala BKSDA Sumbar mengapresiasi Pemerintah Nagari Tj Haro Sikabu-kabu yang sudah telah mengusulkan upaya pelestarian alam dengan cara menata secara, baik aktivitas berhubungan dengan kekayaan hayati di kawasan hutan.

Sehingga dengan usulan tersebut, niat untuk melestarikan dan menjaga kondisi alam tergambar jelas sebagai keinginan bersama. BKSDA juga merencanakan akan berkoordinasi juga dengan dirjen agar dikirimkan ahli perencana dari Kementerian KSDA. Sehingga, bisa guna mengoptimalisasikan pemanfatan wisata alam sekaligus bisa dilakukan identifikasi potensi yang ada.

”Jika potensi teridentifikasi dengan baik, keragaman hayati yang dimiliki dikenali. Tentunya, sekaligus bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Prinsipnya, wisata alam adalah orang yang berwisata memiliki kecintaan yang lebih pada alam. Namun jika terjadi pencurian satwa dan perusakan alam, berarti kita gagal dalam kegiatan wisata alam,” terang Erly.

Penjabat (Pj) Wali Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Trisna bersama jajaran, Bamus nagari, serta Camat Luak Muftil Wahyudi, Koordinator Pos Basarnas Limapuluh Kota Robi Saputra, Kabid Srapras Disparpora Limapuluh Kota, Yusnadri, Kabid Sarpras KPHL, Syafrudin, sepakat dan mendukung penuh upaya pelestarian alam dengan cara peresmian jalur pendakian Sago ini.

”Kita juga harus mampu dengan profesional mengelola wisata alam dengan pembagian tugas secara tepat. Mulai dari upaya keamanan bagi pendaki, pecinta alam dan pengunjung. Sehingga, persoalan dan kendala yang dihadapi bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” tambah Erly.

Untuk peningkatan kapasitas bagi pengelola dan pegiat merupakan hal mutlak dimiliki. Hal ini bisa kita dapat melalui pelatihan, atau juga dengan membangun komunikasi dengan daerah wisata lainnya. ”Sehingga kita punya sister park yang mana ada hubungan saling membantu dan mempromosikan. Selain itu, kita juga mesti menjalin komunikasi dengan para pegiat wisata yang sudah berhasil,” tutup Erly.

Pj Wali Nagari Tj Haro Sikabu-kabu, Trisna mengatakan, elemen masyarakat yang peduli, Kelompok Wadar Wisata, niniak mamak dan masyarakat secara umum sangat diharapkan partisipasinya. Sebab, pelestarian alam menjagi tugas bersama sebagai warisan untuk generasi berikutnya di masa depan. ”Semoga upaya-upaya pelestarian alam yang kita lakukan memberikan manfaat untuk kita semua,” ucap Trisna.

Sementara Ketua Bamus Nagari Tj Haro Simabu-kabu, Musni Faisal mengatakan, Bamus Nagari sangat mendukung pelestarian alam dan hutan, terutama di lingkungan sekitar nagari. Menurut Faisal, kegiatan pendakian sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Semua merupakan wujud kesadaran dan kepedulian untuk menjaga keakayaan alam.

”Saat ini kita memiliki dua kelompok pegiat wisata alam Sago Lestari Adventura (SLA) dan Kaki Sago Adventure (KSA). Nagari Sitapa (singkatan nama nagari, red) memiliki potensi wisata yang sangat banyak. Kita bersama pemerintah nagari telah memulai langkah pengembangan potensi tersebut. Salah satunya destinasi wisata Kayukolek,”ucap Musni Faisal.

Sementara Sekretaris Nagari Herry Wanda dan Kaur Perencanaan Umum Pino Yuwanda menambahkan, launching jalur pendakian resmi Gunung Sago ini ditujukan untuk menggeliatkan bersama, menjaga taman wisata alam yang sudah ada.

”Dengan peresmian jalur pendakian Sago via Kayu Kolek Sikabu-kabu ini, menjadi angin segar bagi kita bahwa suda ada sinergi pariwisata nagari dengan wisata alam TWA Sago Malintang, BKSDA, Basarnas, BPBD, pecinta alam, masyarakat dan pemkab Limapuluh Kota,” ucap Herry Wanda bersama Kaur Perencanaan dan Umum Pino Yuwanda. (fdl) Editor : Novitri Selvia
#TWA Sago Malintang #Gunung Sago #bksda sumbar