Tidak semua lembaga keuangan mengalami distorsi usaha sepanjang tahun 2020 dan 2021. Buktinya PT BPR LPN Taeh Baruh yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota semenjak dua tahun terakhir mampu menghasilkan lompatan kinerja. Baik secara kuantitas usaha seiring bertumbuhnya total Asset, Dana Pihak Ketiga, realisasi Kredit dan total Pendapatan maupun secara kualitas usaha.
“Alhamdulillah, kerja keras team work selama pandemic mampu menghasilkan kinerja terbaik. Tahun 2021 ini total asset tercapai Rp34,22 Miliar, realisasi Kredit sebanyak Rp28,15 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp24,64 Miliar. Dari sisi kualitas usaha PT BPR LPN Taeh Baruh juga kian membaik, NPL turun menjadi 1,21persen, BOPO berhasil ditekan menjadi 82,03 persen serta intermediasi tercapai 90,55 persen.
Kinerja yang baik inilah mengakumulasi pada pencapaian laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp626 juta ditahun 2020 menjadi Rp763 juta ditahun 2021 atau tumbuh 21,73 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR LPN Taeh Baruh Putra Edison yang didampingi oleh Direktur Rizka Hasan.
Menurut Putra Edison, semenjak pandemic berlangsung manajemen memang bekerja lebih keras lagi. Sebab, pandemic tentulah menghadirkan tantangan. Agar tantangan ini tidak menghadirkan masalah maka manajemen sepakat untuk bekerja lebih keras lagi. Baik dalam menghimpun dana dan terkhususnya dalam menyalurkan kredit.
Total Asset, DPK dan Biaya
Seperti tahun tahun sebelumnya, trend pertumbuhan usaha double digit masih mampu dipertahankan PT BPR LPN Taeh Baruh. Buktinya tahun buku 2021 total Asset masih mampu bertumbuh double digit dengan capaian sebesar Rp34,22 Miliar atau tumbuh sebesar 11,54 persen dibandingkan total asset tahun 2020 yang lalu dengan realisasi Rp30,68 Miliar.
Terus merangkak naiknya total asset tentulah tak terlepas dari kian membaiknya kinerja dana dan keberhasilan BPR LPN Taeh Baruh dalam menyalurkan kredit.
Sepanjang tahun 2021 tercatat Total Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 24,64 Miliar atau tumbuh 15,36 persen secara year on year (y-o-y). Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama menghasilkan pertumbuhan. Total dana tabungan sepanjang tahun 2021 terhimpun sebanyak Rp18,68 Miliar atau tumbuh 15,95 persen dibandingkan dana tabungan tahun 2020 yang lalu. Begitu juga dengan dana deposito yang berhasil dihimpun sebanyak Rp5,95 Miliar Atau tumbuh 13,55 persen secara year on year.
“Kita untuk kebutuhan dana memang lebih banyak bertumpu pada dana tabungan. Langkah ini kita tempuh dalam rangka menekan cost of fund dan agar bisa lebih kompetitif dalam memasarkan kredit,” ujar Putra Edison.
Jika Dana Pihak Ketiga mengalami kenaikan, kondisi sebaliknya justru terjadi pada biaya dana. Total biaya atau beban bunga yang musti dibayarkan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp703 juta. Secara year on year beban bunga ini mengalami penurunan sebesar 11,79 persen dibandingkan beban bunga tahun 2020 yang lalu.
Kredit dan Pendapatan
Jika mayoritas lembaga keuangan mengalami kesulitan dalam mendistribusikan kredit sepanjang 2021 justru PT BPR LPN Taeh Baruh sebaliknya. Sepanjang tahun 2021 BPR LPN Taeh Baruh masih dan mampu melakukan ekspansi kredit dengan baik. Total kredit yang bisa disalurkan sepanjang tahun 2021 tercatat sebanyak Rp28,15 Miliar. Secara year on year realisasi kredit ini bertumbuh 27,32 persen bila dibandingkan dengan realisasi kredit tahun 2020 yang lalu dengan capaian Rp22,11 Miliar.
Tumbuh agresifnya realisasi kredit tentulah berdampak pada pendapatan, terutama pada pendapatan bunga. Jumlah Pendapatan Bunga yang mampu dibukukan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp4,49 Miliar. Secara year on year juga bertumbuh sebesar 14,25 persen. Kondisi yang sama juga terjadi pada pendapatan lainnya atau fee base income. Nilai Pendapatan lainnya yang mampu dibukukan selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp322 Juta atau juga bertumbuh 15,83 persen secara year on year.
“Secara total, pendapatan yang mampu dibukukan selama tahun 2021 oleh PT BPR LPN Taeh Baru adalah Rp 4,82 Miliar. Angka ini jelas lebih laik dan mengalami pertumbuhan sebesar 14,49 persen secara year on year”, ujar Putra Edison.
NPL, BOPO danLaba
Bagus dari sisi kuantitas usaha juga diiringi pula dengan kian membaiknya kualitas usaha PT BPR LPN Taeh Baruh. Sejumlah ratio dan indikator keuangan terlihat makin bagus dan menunjukan bahwa PT BPR LPN Taeh Baruh sudah berada di posisi on the track.
Buktinya, walau terbilang agresif dalam menyalurkan kredit disaat sulit, namun kualitas kreditnya masih tetap ciamik. Pasalnya, kreditnya bertumbuh besar sedangkan ratio Non Performance Loan (NPL) nya terus mengalami penurunan. Tahun buku 2021 tercatat NPL PT BPR LPN Taeh Baruh hanya 1,21 persen. Artinya dari Rp28,15 miliar Kredit yang disalurkan maka 98,79 persennya berada dalam status sehat dan lancar.
Begitu juga dari sisi biaya. Ekspansi dari sisi dana dan kredit yang dilakukan sepanjang tahun 2021 justru tak memicu over cost di BPR LPN Taeh Baruh. Fakta yang terlihat justru sebaliknya. Ratio Biaya Operasional berbanding PendapatanOperasional (BOPO) justeru mampu diturunkan dengan tajam hingga mencapai 82,03 persen. Capaian ratio BOPO ini sekaligus mencatatkan sejarah bagi BPR LPN Taeh Baruh sebagai BOPO terendah semenjak lima tahun terakhir.
“Asset yang bertumbuh, Dana Pihak Ketiga yang meningkat, realisasi kredit yang melampaui target serta ratio NPL dan BOPO yang sangat bagus inilah berdampak positif pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil dinaikjan dari Rp626 juta di tahun 2020 menjadi Rp 763 Juta ditahun 2021. Artinya, secara year on year capaian laba bertumbuh 21,73 persen,” tutur Putra Edison.
Konversi menjadi BPR Syariah
Sesuai keputusan RUPS LB diawal tahun 2020 yang lalu seluruh pemegang saham sepakat untuk melakukan Konversi dari BPR system Konvensional menjadi BPR system Syariah. Dalam RUPS LB itu juga diusulkan pergantian nama menjadi BPRS LPN Taeh Baruh.
Keputusan RUPS LB ini sudah ditindak lanjuti. Sejumlah dokumen dan persyaratan administrasi sesuai regulasi sudah disiapkan. Mudah mudahan di tahun 2022 ini keinginan pemegang saham, nasabah dan masyarakat Limapuluh Kota ini bisa di realisasi.
“Betul, saat ini ada beberapa berkas yang masih perlu penyempurnaan. Kita rencana akhir bulan ini tuntas dan segera dikirim ke OJK,” ucap Putra Edison.
Dari data, PT BPR LPN Taeh Baruh ini termasuk salah satu BPR yang selalu berkinerja terbaik dalam lima tahun belakangan. Beragam apresiasi yang pernah diraih BPR yang berkantor pusat di Taeh, Kecamatan Limbanang, Kabupaten Limapuluh Kota ini.
Tahun 2021 PT BPR LPN Taeh Baruh mendapatkan Infobank Award perdana sebagai BPR berkinerja sangat bagus dengan peringkat 6 terbaik nasional dikelompok BPR berassetkan antara Rp25 Miliar sampai dengan Rp50 Miliar. Disamping itu juga berturut-turut meraih TOP 100 BPR terbaik nasional dari Majalah The Finance semenjak tahun 2018, 2019, 2020, dan 2021. Prestasi lainnya BPR LPN Taeh Baruh juga pernah dinobatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumbar sebagai salah satu BPR berkinerja sangat bagus. (*) Editor : Hendra Efison