“Sekadar diketahui, Lapas Suliki ini adalah bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang dibangun pada 1920. Jadi kami melakukan pengecekan listrik di ruang hunian warga binaan bersama pihak PLN. Petugas menelusuri jalur kelistrikan yang ada di beberapa ruangan penjara,” ujar Kalapas Kelas III Suliki, Kamesworo, Senin (5/12/2022).
Kamesworo menyatakan, pengecekan instalasi listrik menjadi atensi untuk mencegah korsleting listrik. "Kami memeriksa arus kelistrikan yang ada di tiap kamar hunian, untuk memastikan semua instalasi interen masih oke," kata Kamesworo.
Kegiatan ini juga sekaligus untuk pemeriksaan dan penertiban jaringan arus listrik di seluruh blok hunian, dapur dan ruang sarana kerja Lapas Suliki.
Kalapas Suliki yang baru bertugas sejak 9 November 2022 ini menambahkan, karena kebutuhan warga binaan Lapas Suliki, rencananya daya Listrik akan ditambah di tahun 2023. Saat ini daya Listrik 3500 watt dan akan ditambah menjadi 12.000 watt.
Selain jalur kelistrikan, dia mengatakan, pihaknya selalu meminta personel untuk memeriksa Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Secara kasat mata, bangunan Lapas Suliki terlihat masih kokoh, termasuk bangunan musalanya. Di dalam area lapas ini juga terdapat sumur tua peninggalan Belanda, yang airnya masih bersih. (*) Editor : Hendra Efison