Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tol Payakumbuh-Pangkalan Tunggu Studi Kelayakan

Novitri Selvia • Senin, 25 Maret 2024 | 12:57 WIB

Safaruddin.(Jawapos)
Safaruddin.(Jawapos)
Pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Payakumbuh-Pangkalan memasuki trase kedua mulai dari Sarilamak ke Pangkalan. Pelaksanaannya sendiri dilakukan oleh JICA (Japan International Corporation Agency) atas instruksi Kementerian PUPR. 

“Alhamdulillah, saat ini pembangunan jalan tol telah mulai pada trase kedua, dari Sarilamak ke Pangkalan,” kata Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo saat Safari Ramadhan ke Masjid Taqwa, Jorong Buluahkasok, Nagari Sarilamak.

Ia menyebutkan, saat ini telah dilaksanakan studi ataupun Land Acquisition and Resetlement Action Plan (Larap) atau studi kelayakannya. “Insya Allah akan dikerjakan pada tahun 2024 ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pihak wali nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota telah mempersiapkan tol tersebut. “Jadi masalah terkait ganti rugi dan sebagainya tidak ada masalah lagi dan akan kita laksanakan sebaik mungkin,” tuturnya. 

Untuk di Kabupaten Limapuluh Kota ada delapan nagari yang terdampak pengerjaan jalan tol. “Mulai dari Nagari Pangkalan, Manggilang, Sarilamak serta lima nagari lagi di Kecamatan Payakumbuh,” ucap bupati. 

Ia mengungkapkan jalan tol ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian. “Kerena akses jalan dari Payakumbuh ke Pekanbaru, Riau kan sudah padat, dan jalan tersebut harus kita normalkan, salah satu dengan pembukaan jalan tol,” ujarnya.

Safaruddin menyebut Pemkab Limapuluh Kota siap menyukseskan pembangunan jalan tol tersebut. “Sebelumnya saya juga sudah bilang, bahwa kita harus menyukseskan pembangunan jalan tersebut dan saat ini tidak ada lagi penolakan lagi dari masyarakat serta pihak wali nagari telah turun langsung kelapangan,” tegasnya. 

Sementara itu, Wali Nagari Sarilamak, Olly Wijaya Dt Kali Nan Putiah menambahkan untuk Nagari Sarilamak sendiri terdampak pembangunan tol sepanjang 10,4 kilometer.

“Wilayah yang terdampak mulai dari Sarilamak sampai Ketinggihan sepanjang 10,4 kilometer sampai keperbataan Riau dan terowongan sepanjang 8,4 kilometer,” ucapnya. Sebelumya tim survei Larapnya telah turun ke lapangan dari Kementerian PUPR selama satu bulan.

“Nanti dokumen yang dihasilkan dari Lapap tersebut akan berbuah program-program masyarakat kita yang terdampak itu bagaimana ke depannya. Ada yang sikapi dari pemerintah daerah, ada daru provinsi dan ada yang disikapi pemerintah pusat,” tutur wali nagari. 

Ia menyebutkan, saat ini kita menunggu survei Larap tersebut. “Karena dokumen tersebut bagi JICA Jepang akan melaksanakan tol tersebut dan hingga saat ini tidak ada kendala,” tegasnya. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Safaruddin Datuak Bandaro Rajo #Nagari Sarilamak #tol padang-pekanbaru