Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tanggap Darurat Bencana Sampai 19 Mei, BWS Sumatera V Respons Cepat Banjir Bandang Tungkar

Novitri Selvia • Rabu, 8 Mei 2024 | 10:21 WIB

IRIGASI PUTUS: Saluran irigasi Kapalo Bonda Tembok di Jorong Sawalaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari,  Limapuluh Kota, putus total akibat banjir bandang.(FOTO WENTARIZAL FOR PADEK)
IRIGASI PUTUS: Saluran irigasi Kapalo Bonda Tembok di Jorong Sawalaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, putus total akibat banjir bandang.(FOTO WENTARIZAL FOR PADEK)
Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, kembali menetapkan status tanggap darurat bencana di daerahnya. Kali ini, penetapan status tanggap darurat berlaku sejak 6 hingga 19 Mei 2024, agar penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kabulaten tersebut, terutama Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, bisa berjalan dengan cepat dan terukur.

“Iya. Kita sudah tetapkan status tanggap darurat bencana dari 6 hinggga 19 Mei 2024. Ini untuk penanganan segera,” kata Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, usai rapat terbatas Forkopimda Limapuluh Kota dan OPD terkait, dalam rangka pembahasan kegiatan tanggap darurat bencana di kantor BPBD Limapuluh Kota, Selasa malam (7/5).

Rapat terbatas Forkopimda Limapuluh Kota dan OPD terkait itu dihadiri Kalaksa BPBD Rahmadinol, Kepala Bapelitbang Gusdian Laora, Inspektur Irwandi, Kadis PU Nono Syukri, Kabid Bina Marga Fa’i, Kabid KL BPBD Atriman.

Kemudian, Kasi Intel Kejari Payakumbuh, Pasi Ops Kodim 0306/50 Kota, Pasi Ops Polres Payakumbuh, perwakilan Damkar, Dinsos, Camat Situjuah Rummelia, Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado, dan Seknag Tungkar Yon Swandi.

Dalam rapat, Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado menyampaikan dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda nagarinya untuk ketigakalinya pada tahun 2023 ini. Diantara dampak itu adalah putusnya jembatan yang dibangun dengan dana desa senilai Rp250 juta dan putusnya bendungan irigasi tembok dengan kerugian yang ditaksir Dinas PUPR Limapuluh Kota lebih dari Rp100 juta.

Selain itu, akses jalan ke Masjid Baitul Huda juga sempat ditimbun longsor. Kemudian, amblasnya dua titik bahu jalan penghubung Dalamnagari-Sungailansek-Sawahloweh yang membutuhkan penanganan segera. Selanjutnya, areal pertanian dan perikanan warga juga cukup luas yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang disertai lahar dingin Gunung Marapi.

Untuk penanganan dampak bencana di Nagari Tungkar ini, Pemkab Limapuluh Kota akan melakukan pengkajian lebih mendalam, terutama untuk menangani persoalan jembatan dan bendungan irigasi yang putus. Sedangkan untuk normalisasi sungai, akan dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

Pihak BWS Sumatera V sendiri merespons cepat bencana banjir bandang yang terjadi di Tungkar. Bahkan, Selasa sore (7/4), tim BWS Sumatera V kembali mengecek kondisi sungai yang meluap di Nagari Tungkar.

Penduduk Tungkar menyebut sungai itu sebagai Batang Ayigh Pondam, Batang Ayigh Longkatan, Batang Ayigh Gontiang, dan Batang Ayigh Ampalu. Namun, dalam peta BWS Sumatera V, sungai-sungai yang berhulu ke Batang Agam itu dinamakan sebagai Sungai Batang Sandir.

Tim BWS Sumatera V yang turun ke Tungkar, sebagaimana disampaikan kepada Pemerintah Nagari bersama Danramil Luhak Mayor Inf Kusmianto, Kapolsek Situjuah AKP Farzan, dan Kepala Jorong Sawahloweh Wentarizal, berencana menurunkan alat berat untuk menormalisasi sungai Batang Sandir, Selasa ini (7/5). Segala administrasi yang dibutuhkan BWS Sumatera V untuk penanganan bencana ini, disiapkan BPBD Limapuluh Kota bersama Pemnag Tungkar. (frv)

Editor : Novitri Selvia
#Pemkab Limapuluh Kota #banjir bandang #Nagari Tungkar #tanggap darurat bencana #BWS Sumatera V