Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir dan Longsor Kepung Limapuluh Kota: Terjadi di 6 Kecamatan, Status Tanggap Darurat masih Berjalan

Novitri Selvia • Senin, 13 Mei 2024 | 11:21 WIB

ATASI DAMPAK BENCANA: Personel dan dibantu warga bergotong royong membersihkan material longsor di Kecamatan Gunuang, kemarin.(DOKUMEN BPBD UNTUK PADEK)
ATASI DAMPAK BENCANA: Personel dan dibantu warga bergotong royong membersihkan material longsor di Kecamatan Gunuang, kemarin.(DOKUMEN BPBD UNTUK PADEK)
Kabupaten Limapuluh Kota tak henti dirundung bencana alam. Setelah banjir dan longsor di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari pada pekan lalu,kemarin siang sampai tadi malam (12/5), kabupaten yang terletak di bagian timur wilayah Provinsi Sumbar ini kembali “dikepung” bencana banjir dan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota Rahmadinol kepada Padang Ekspres mengatakan, banjir dan longsor terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Harau, Kecamatan Guguak, dan Kecamatan Suliki.

Kemudian, Kecamatan Akabiluru, Kecamatan Gunuang Omeh, dan Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Di Kecamatan Harau, banjir terjadi di Nagari Taram, sebagian Nagari Tarantang, dan sebagian Nagari Sarilamak.

“Di Nagari Sarilamak, tepatnya di Jorong Buluhkasok, juga terjadi longsor,” kata Rahmadinol. Sedangkan di Kecamatan Suliki, longsor terjadi di Nagari Kurai. Menimbun rumah dan jalan kabupaten. “BPBD sudah dirikan tenda di Kurai,” kata Rahmadinol.

Sementara di Kecamatan Gunuang Omeh, longsor terjadi di Jorong Sungaimangkirai, Nagari Pandamgadang. “Ada empat titik longsor dan sudah dibersihkan warga,” katanya lagi Rahmadinol.

Adapun di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, banjir dilaporkan kembali terjadi di Nagari Situjuah Batua dan Situjuah Banda Dalam, serta kawasan Tanahsirah, Sikabu, Padangkuniang, Situjuahgadang. Kemudian, ada tambahan titik longsor baru di Nagari Tungkar.

“Di Situjuah Banda Dalam, masjid yang beberapa bulan lalu direndam air di Jorong Subarangtabek, malam ini juga kembali kebanjiran,” kata Wali Nagari Situjuah Banda Dalam Lakon Siska.

Sedangkan di Situjuah Batua, banjir menggenangi kawasan Balai atau Pasar Nagari di Jorong Tangah dan sejumlah rumah penduduk. Sementara di Kecamatan Akabiluru, berdasarkan informasi dari camat setempat, curah hujan di Akabiluru tanggal 11 Mei 2024, mengakibatkan ada beberapa longsor dan juga kerusakan lahan pertanian.

Diantaranya, jalan longsor tiga titik menuju Rosam, Jorong Pauhsangik, Nagari Pauhsangik. Kemudian, juga ada areal persawahan yang rusak di Jorong Pauhsangik. “Selanjutnya, juga ada terban area persawahan yang berada pinggiran Batang Lampasi, tepatnya di Jorong Ambacangkunyik, Nagari Pauhsangik,” kata Camat dalam laporan kepada BPBD.

Camat Akabiluru juga menyebutkan, hujan deras di wilayahnya, menyebabkan rusaknya beberapa irigasi di Nagari Pauhsangik dan Nagari Suayan. Kemudian, ada pohon tumbang di Jorong Suayan Soriak, Nagari Suayan. (frv)

Editor : Novitri Selvia
#banjir dan longsor #Rahmadinol #Akabiluru #BPBD Limapuluh Kota #Nagari Tungkar