Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Nagari Tungkar Minta Normalisasi Dilanjutkan

Novitri Selvia • Jumat, 24 Mei 2024 | 11:53 WIB

BERSEMANGAT: Tim Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera bersama warga bergotong-royong memperbaiki jembatan yang putus, Selasa lalu (21/5).(DOKUMEN BWS UNTUK PADEK)
BERSEMANGAT: Tim Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera bersama warga bergotong-royong memperbaiki jembatan yang putus, Selasa lalu (21/5).(DOKUMEN BWS UNTUK PADEK)
Warga Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, bersama tim Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera, Selasa lalu (21/5) bergotong-royong memperbaiki jembatan yang putus akibat dihantam banjir bandang dan luapan lahar dingin Gunung Marapi.

Selain memutus jembatan dan bendungan irigasi, banjir bandang dan luapan lahar dingin Gunung Marapi di Sungai Batang Sandir dan Sungai Ujuang Guguak, Nagari Tungkar, juga merusak areal pertanian dan perkebunan masyarakat. Bahkan, bencana alam ini sudah berkali-kali membuat masyarakat mengungsi.

Untuk ini, BWS V Sumatera bersama Pemkab Limapuluh Kota sudah melakukan tanggap darurat bencana, berupa normalisasi atau pengerukan Sungai Batang Sandir dan Sungai Ujuang Guguak Nagari Tungkar. Sungai-sungai ini disebut masyarakat sebagai Batang Ayigh Ampolu, Batang Ayigh Ghontiang, Batang Ayigh Longkatan, dan Batang Ayigh Pondam.

Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado berharap, normalisasi ini dapat dilanjutkan untuk mengantisipasi banjir bandang dan luapan lahar dingin susulan seperti perkiraaan BMKG.

“Kita berterimakasih kepada BWS V Sumatera dan Pemkab Limapuluh Kota yang sudah menormalisasi sungai di Tungkar. Sekaligus berharap normalisasi ini dilanjutkan,” kata Yusrizal Dt Pado.

Hal senada disampaikan Kepala Jorong Sawahlaweh Wentarizal.
“Mewakili masyarakat, kami berharap, normalisasi Batang Sandir di Nagari Tungkar, dapat dilanjutkan,” kata Wentarizal, diamini tokoh masyarakat Syafrizal Dt Bandaro Panjang, Syafril Dt Simarapi, Alek Dt Paduko Lobiah, dan Meddy.

Warga Menangis ke Pejabat BWS V Sumatera

Di sisi lain, sejumlah masyarakat terdampak banjir bandang Batang Sandi di Nagari Tungkar, seperti Uni Os dan Tek Iyen, bersama Tek Inar dan Uni Iyas, juga sempat menangis kepada Pejabat BWS V Sumatera Saktiawan yang datang meninjau lokasi normalisasi, Selasa sore (21/5). Warga menangis karena mendapat informasi, normalisasi Batang Sandir tidak sampai ke areal permukiman mereka.

“Tolonglah disambuang sampai ka bawah jembatan pak. Dakek surau tampek kami tingga. Kami yo lah takuik kalau hujan datang dan ayia gadang (Tolonglah normalisasinya diteruskan sampai ke jembatan pak. Dekat surau tempat kami tinggal. Kami takut kalau hujan datang dan air sungai meluap),” kata Ni Os sambil meneteskan air matanya.

Ni Os sengaja menemui Saktiawan yang memantau normalisasi, karena masyarakat mendapat informasi, BWS V Sumatera baru menormalisasi Batang Sandir dari kawasan yang disebut warga senagai Batang Ayigh Ampolu, Batang Ayigh Gontiang, dan Batang Ayigh Longkatan.

Sedangkan dari Batang Ayigh Longkatan sampai ke Batang Ayigh Pondam yang dalam peta BWS V Sumatera dinamai Sungai Ujuang Guguak, disebut-sebut belum akan dinormalisasi atau belum dikeruk.

Inilah yang membuat masyarakat menjadi cemas. Sebab, daerah aliran Sungai Ujuang Guguak atau Batang Ayigh Longkatan sampai Batang Ayigh Pondam yang mempertemukan aliran air dari Gunung Marapi dan aliran air dari Gunuang Sago hingga bermuara ke Sungai Batang Agam, sudah seringkali meluap.

Bahkan, tak hanya merusak areal pertanian, tapi juga membuat warga mengungsi. “Tolonglah kami pak,” kata Ni Os.

Merespons hal ini, pejabat BWS V Sumatera Saktiawan yang turun ke lokasi normalisasi, memastikan, pengerukan Sungai Batang Sandir akan dilanjutkan sampai ke kawasan Sungai Ujuang Guguak. “Sepanjang diizinkan alat lewat, kita bantu semaksinal mungkin,” kata Saktiawan.

Bupati Apresiasi BWS V Sumatera

Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota Rahmadinol didampingi Kabid KL Ardiman, menyambut positif reaksi cepat BWS V Sumatera dalam menangi dampak banjir bandang dan lahar dingin Gunuang Marapi di Limapuluh Kota. BPBD memastikan, masa tanggap darurat yang sudah ditetapkan, dapat diperpanjang bila dibutuhkan untuk penanganan dan mitigasi bencana.

Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo yang sudah berkunjung ke Nagari Tungkar, juga mengapresiasi BWS V Sumatera yang sudah sangat yang sangat respons dengan bencana. Sehingga melakukan normalisasi sungai Batang Sandir, dalam masa tanggap darurat yang sudah ditetapkan Pemkab Limapuluh Kota, berdasarkan hasil rapat dengan forkopimda.

“Sampaikan, apresiasi saya dan terimakasih kepada BWS V Sumatera yang sudah menormalisasi Sungai Batang Sandir di Nagari Tungkar, Situjuah Limo Nagari. Kalau bisa, setelah pengerukan, ada pula pemasangan bronjong untuk penahan tebing sungai. Dan tentu akan sangat baik, jika tersedia anggaran buat membangun jalan inspeksi di pinggir sungai ini,” kata Safaruddin Dt Bandaro Rajo.

Terkait dengan Jembatan Muaro yang putus di Sungai Batang Sandir, bupati meminta Dinas PUPR dan BPBD melakukan kajian. Jembatan ini dulunya dibangun dengan dana desa. Menghubungkan dua jorong di Tungkar. Putus total karena bencana alam.

Sedangkan untuk bendungan irigasi Kapalo Bonda Tembok yang juga putus total akibat luapan Sungai Batang Sandir, Bupati diamini Kalaksa BPBD Rahmadinol, memastikan akan melakukan penanganan. “Dinas PU kan sudah turun dengan BPBD. Insy Allah, untuk irigasi ditangani,” kata Rahmadinol. (frv)

Editor : Novitri Selvia
#Normalisasi #Sungai Batang Sandir #Rahmadinol #BWS V Sumatera #BPBD Limapuluh Kota #Nagari Tungkar