Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Normalisasi Batang Lampasi Mendesak

Arfidel Ilham • Selasa, 28 Mei 2024 | 09:58 WIB

ANTISIPASI: Warga Koto Baru Silanggang, Kecamatan Payakumbuh melakukan antisipasi sederhana untuk menahan tebing di pinggir aliran sungai yang tergerus air, Senin (27/5).(HENDRI UNTUK PADEK)
ANTISIPASI: Warga Koto Baru Silanggang, Kecamatan Payakumbuh melakukan antisipasi sederhana untuk menahan tebing di pinggir aliran sungai yang tergerus air, Senin (27/5).(HENDRI UNTUK PADEK)
Warga di dua nagari yakni Nagari Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh dan Kelurahan Koto panjang, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh berharap normalisasi sungai Batang Lampasi. Pasalnya air sungai kerap meluap dan berdampak pada pertanian warga. 

Hal itu disampaikan warga Koto Baru Simalanggang bersama anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Hendri saat meninjau secara langsung kondisi sepanjang bantaran sungai Batang Lampasi, Senin (27/5) siang. 

“Kita melihat langsung kondisi batang lampasi yang tergerus air banjir beberapa waktu lalu bersama masyarakat dan perangkat Nagari Koto Baru Simalanggang serta pemerintah Kelurahan Koto Panjang Lampasi, Payakumbuh, kondisinya perlu normalisasi sungai,” kata Hendri saat dihubungi, Senin (27/5) sore. 

Menurut anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Gerindra ini, bahkan di sejumlah titik fasilitas umum membutuhkan rehabilitasi, seperti saluran irigasi untuk pengairan sawah masyarakat di Parumpuang dan Kotobaru. 

“Jika irigasi ini rusak, kita khawatirkan sekitar seratusan hektar sawah masyarakat akan kekeringan di parumpuang dan Koto Baru. Masyarakat sangat berharap Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V atau PSDA Provinsi Sumbar melakukan normalisasi dan membantu warga untuk menyelamatkan irigasi,” harap politisi Gerindra ini, kemarin. 

Meski tidak masuk dalam daftar kecamatan yang terdampak bencana di Limapuluh Kota beberapa waktu lalu, ternyata masyarakat di Nagari Koto Baru Simalanggang mengkhawatirkan, sejumlah titik di sepanjang aliran Batang Lampasi alami abrasi aliran sungai dengan debit air yang cukup tinggi beberapa waktu lalu. 

“Pendangkalan akibat sedimen di aliran sungai, sepertinya menjadi penyebab Batang Lampasi meluap, kita berharap jadi perhatian pemerintah,” kata Hendri lagi. 

Terpisah Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol mengatakan, memang di sepanjang aliran sungai Batang Lampasi terancam gerusan air. Namun belum terjadi bencana, kondisi tersebut juga sudah disampaikan dalam rapat terakhir penanganan bencana Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (25/5) akhir pekan ini. 

“Memang hampir seluruh aliran sungai di Limapuluh Kota membutuhkan normalisasi, termasuk Batang Lampasi, Batang Sinamar dan sejumlah aliran sungai lainnya. Kesimpulan dalam rapat terakhir penanggulangan bencana akhir pekan lalu, kita akan menyurati BWSS V untuk melakukan normalisasi sejumlah aliran sungai,” kata Rahmdinol. (fdl)

Editor : Novitri Selvia
#Normalisasi #Rahmadinol #DPRD Kabupaten Limapuluh Kota #Batang Lampasi #BPBD Limapuluh Kota