PADEK.JAWAPOS.COM—Makin semarak, sederet pertunjukan tradisi dan kesenian memberi warna cerah pada Pekan Budaya Limapuluh Kota. Seperti halnya Pawai Budaya yang dihelat pada hari ketiga Pekan Budaya Limapuluh Kota, tampil unik dalam arak iring, Rabu (3/7).
Penampilan tradisi nagari mewakili 13 kecamatan yang ada di Limapuluh Kota seperti Maanta Marapulai yang ditampilkan Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX dan Maanta Anak dari rumah Bako yang ditampilkan Kecamatan Situjuah Limo Nagari, merupakan kekayaan tradisi Limapuluh Kota yang diperagakan pada Pekan Budaya.
Serta ada juga, Manjapuik Anggun-anggun yang ditampilkan Kecamatan Lareh Sago Halaban dan Manjalang Nagari dari Kecamatan Bukik Barisan, Malam Bainai, serta sejumlah tradisi unik nagari lainnya. “Ini mencerminkan tradisi dan budaya kita di Limapuluh Kota, ada yang masih tetap dilestarikan,” ucap Wini, salah seorang pengunjung, Rabu (3/7).
Diiringi oleh masyarakat yang menjadi peserta, pengiring memakai busana khas Minangkabau, Baju Kuruang hingga Tingkuluak Bekek serta pakaian adat khas untuk pengantin atau anak daro dan marapulai. Dilepas Sekretaris Kabupaten Limapuluh Kota, Herman Azmar dari Pusat Perkantoran Bupati Limapuluh Kota, peserta Pawai Budaya dari 13 kecamatan yang ambil bagian berjalan menuju pusat perhelatan Pekan Budaya di.
“Alhamdulillah, secara umum setiap rangkaian kegiatan Pekan Budaya LimapuluhKota, berjalan dengan baik, lancar dan meriah. Jika ada sedikit kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan tentu akan menjadi bahan evaluasi bersama kedepan. Kita berharap semua berjalan lancar hingga penutupan nanti,” harap Sekkab Limapuluh Kota, Herman Azmar saat melepas secara resmi Pawai Budaya.
Ditambahkan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Ali Hasan,peserta sangat antusias mengikuti Pawai Budaya. Bahkan nagari-nagari yang mewakili masing-masing kecamatan secara maksimal menampilkan tradisi yang ada di nagari.
“Luar biasa antusiasme peserta Pawai Budaya, semua menampilkan keunikan tradisi yang menjadi kekayaan budaya kita di Kabupaten Limapuluh Kota. Pengunjung yang menyaksikan juga merasa sangat terhibur dengan kekayaan tradisi yang masih lestari,” kata Ali Hasan.
Begitu juga dengan Festival Randai yang digelar, Selasa (2/7) malam. Semua penampilan
grup randai menghibur pengunjung Pekan Budaya. Bahkan transfer seni tradisi khas Minangkabau asal Limapuluh Kota ini juga dilakoni anak-anak muda yang terampil unjuk kebolehannya.
“Masyarakat sangat antusias mengunjungi Pekan Budaya Limapuluh Kota. Buktinya, Selasa malam RTH Mahkota berlian dibanjiri pengunjung dari berbagai nagari menyaksikan pertunjukan randai, stand pameran hingga menikmati jajanan di sepanjang
koridor yang disediakan,” tambah Ali Hasan.
Kabid Kebudayaan ini menambahkan, peserta festival randai pekan budaya kabupaten Limapuluh Kota Tahun 2024 di pendopo RTH Mahkota Berlian menampilkan sejumlah grup randai dari sejumlah nagari. Sejumlah grup randai, seperti Bungo Satangkai Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, grup Randai Siti Nursiah Koto Tuo, Kecamatan Harau, grup Randai Saedar Janela Balubuih Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak dan grup Randai Intan Payuang Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, semu tampil menarik di Pekan Budaya. (fdl)
Editor : Novitri Selvia