PADEK.JAWAPOS.COM—Kabar baik untuk petani, Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Limapuluh Kota sediakan benih bersertifikat. Benih-benih terbaik bersertifikat tersebut dipamerkan pada stand Distanhorbun Pekan Budaya Limapuluh Kota.
“Kami pamerkan benih benih terbaik bersertifikat di Pekan Budaya Limapuluh Kota. Produk Benih bersertifikat ini, bibit padi, jagung, alpukat, durian, kakao, pisang, aren, cabai, terung. Khusus untuk Padi kita tampilkan, benih unggul lokal asli Limapuluh Kota yang sudah bersertifikat nasional seperti, Junjuang dan Banang Pulau, serta benih Padi impera yang punya waktu tanam singkat,” terang Kepala Dinas Tanhorbun, Witra Porsepwandi di Stan Pameran Pekan Budaya, kemarin.
Tidak hanya itu, Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan ini juga menampilkan produk olahan kelompok tani Aren, jahe dan lainnya. Kemudian pengunjung juga bisa mendapatkan produk segar cabai, bawang merah, sayuran produk keltan yang dijual dengan harga bazar.“Distanhorbun juga menyiapkan layanan konsultasi langsung dengan konsultan benih pupuk dan pestisida, pengujian unsur hara tanah sawah dan lahan kering serta uji kadar hara pupuk organik,” kata Witra Porsepwandi lagi.
Misalnya konsultasi seputar inovasi teknologi pertanaman padi dan jagung, sistem cara tanam jarwo dengan sistem tanam jarwo bisa meningkatkan hasil produksi sampai 30 persen. Begitu juga dengan layanan konsultasi permasalahan hama dan penyakit. “Bagaimana memaksimalkan pertanian di lahan usaha, kita bisa tuntaskan disini.
Sekaligus ada tersedia benih pupuk dan pestisida semua nya harga distributor. Seperti harga benih jagung P32 dari normalnya Rp 150 ribu per kilogram, saat pameran ini kita jual hanya Rp 120 ribu per kilogram,” kata Kadis Tanhorbun.
Bagi yang mengunjungi Pekan Budaya Limapuluh Kota, bisa mrmanfaatkann kesemalatan ini dengan cara mampir ke stand pameran Distanhorbun. “Bahkan saat penutupan nanti, kita sediakan doorprize menarik untuk setiap pengunjung dan bisa ber swafoto di foto box Distanhorbun,” tutup Witra Porsepwandi. (fdl)
Editor : Novitri Selvia