PADEK.JAWAPOS.COM-Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, meresmikan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang baru, Sabtu (21/9) akhir pekan lalu.
Acara peresmian yang berlangsung di bekas Kantor Bupati Limapuluh Kota ini ditandai dengan pemotongan pita oleh bupati, didampingi Ketua PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota, Aston Dedi.
Dalam sambutannya, Aston Dedi, akrab disapa Popon, menekankan bahwa kantor baru ini tidak hanya akan dimanfaatkan oleh anggota PWI, tetapi juga oleh berbagai organisasi wartawan lainnya yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.
“Kantor PWI ini akan menjadi tempat bagi berbagai organisasi wartawan untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai profesi jurnalistik,” ungkap Popon dengan penuh semangat.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo atas dukungannya sehingga PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota memiliki kantor yang layak.
“Terima kasih kepada Pemkab Limapuluh Kota, terutama Bapak Bupati, sehingga kami bisa memiliki kantor yang representatif,” kata Popon, yang dikenal akrab di kalangan jurnalis.
Sementara itu, Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengingatkan bahwa PWI adalah organisasi wartawan tertua di Indonesia.
“PWI merupakan bagian penting dari sejarah jurnalisme di negara kita. Ketika pengurus PWI mengajukan permohonan untuk menggunakan kompleks kantor Bupati lama sebagai sekretariat, kami mendukungnya,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama antara PWI dan organisasi wartawan lainnya dapat terjalin dengan baik di masa depan demi meningkatkan kualitas jurnalistik.
Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah anggota dari organisasi wartawan lainnya, termasuk Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Pewarta Foto Indonesia.
“Saya berharap keberadaan kantor ini dapat menjadi wadah bagi wartawan dari PWI maupun organisasi lainnya untuk meningkatkan silaturahmi, pengetahuan, dan wawasan kita semua,” ujar Edward, anggota IJTI.
Ia menambahkan bahwa dengan semangat kolaborasi, peluncuran kantor baru ini diharapkan membawa dampak positif bagi pengembangan profesi jurnalistik di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. (rid)
Editor : Novitri Selvia