PADEK.JAWAPOS.COM-Masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota dan pengguna jalan di ruas jalan Provinsi Sumatera Barat Payakumbuh-Lintau menagih janji pemerintah. Pasalnya, jalan yang sudah rusak parah ini pernah dijanjikan akan segera diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Masyarakat kembali mempertanyakan janji tersebut, bahkan melalui berbagai cara, termasuk aksi sarkasme dengan melepas ikan ke genangan air di badan jalan. Beberapa hari lalu, postingan warga yang kecewa juga mencuat di akun media sosial Facebook milik Arwis Yuliana dan mendapat dukungan banyak masyarakat.
“Cerita pagi ini, mulai berangkat kerja melalui jalan lintas Payakumbuh-Lintau (jalan seribu lobang) sudah berusaha hati-hati, namun tetap juga ... Ingin pulang ganti pakaian sudah pasti terlambat di sekolah, akhirnya tetap melanjutkan perjalanan. Terima kasih buat ananda yang langsung cepat tanggap dalam membantu, semoga jalan seribu lobang ini bisa segera dapat diatasi,” tulis Arwis Yuliana di akun facebook-nya.
Meskipun singkat, namun tersirat makna cukup dalam dengan perasaan kecewa dari warga terhadap kondisi jalan yang sepertinya sudah bisa disebut “luluh lantak” itu terhadap pemerintah sebagai pengambil kebijakan.
Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota saat itu, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, pernah menyampaikan kepada masyarakat bahwa jalan tersebut akan segera diperbaiki.
Jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat itu, menurut Bupati Limapuluh Kota saat Safari Ramadhan ke Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sagi Halaban, akan diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan anggaran sebesar Rp 98 miliar.
“Janji tinggal janji, yang berjanji katanya minta dukungan lagi untuk Lanjutkan, katanya. Kasihan begitu menyedihkan pemimpin Negeri ini, Rp 98 miliar katanya tahun ini. ‘Lah menggesek tunggak masojik bulak kan dek aghokk,” tulis pemilik akun Facebook Sastri Andiko Dt Putiah membagikan postingan Arwis Yuliana.
Sastri Andiko, yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, melanjutkan kekesalannya terhadap janji yang pernah disampaikan Pemkab Limapuluh Kota di hadapan warga.
“Sekarang sudah bulan Oktober, dua bulan menjelang akhir tahun. Apakah mungkin pembangunan tetap juga akan direalisasikan tahun ini?” tanya Sastri Andiko.
Ruas jalan raya Payakumbuh-Lintau didominasi lubang, keriting, dan bergelombang. Mulai dari Nagari Sungai Kamuyang hingga Nagari Halaban, kerusakan jalan sudah sangat parah. Hanya di sejumlah titik saja yang kondisinya layak ditempuh kendaraan.
Genangan air terlihat menjadi pemandangan biasa di sepanjang jalan raya Payakumbuh-Lintau. Lubang dan kondisi jalan yang keriting tak bisa lagi dihitung dengan jari, sementara kendaraan bermuatan berat hampir tak putus-putusnya melintasi jalan ini, begitu juga dengan kendaraan roda dua dan roda empat milik warga.
Warga sangat berharap jalan yang ramai dilewati kendaraan-kendaraan angkutan barang tersebut dibangun dengan kualitas terbaik sesuai dengan kebutuhan jalan bagi kendaraan-kendaraan bermuatan berat. Sehingga jalan tidak mudah rusak dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Jalan yang terlihat cukup bagus hanya terdapat di kawasan Pakan Rabaa, sebab baru saja diperbaiki beberapa tahun lalu dengan rigid beton. Sepertinya jalan ini cukup kokoh untuk lalu lintas kendaraan angkutan barang yang berat.
“Ya, jalan rusak parah di ruas Payakumbuh-Lintau ini, kita berharap perhatian pemerintah provinsi untuk bisa melakukan perbaikan dan membangun jalan yang lebih baik kualitasnya untuk jalur yang setiap hari dilalui kendaraan-kendaraan bermuatan berat ini,” ungkap Yopi Tersa, seorang tokoh muda Kecamatan Lareh Sago Halaban, beberapa waktu lalu.
Meski sering muncul di pemberitaan media massa, namun seperti belum menjadi perhatian serius pemerintah. Wajar saja jika beberapa waktu lalu, aksi protes diekspresikan masyarakat dengan berbagai cara.
Sebab selain penghubung antar kabupaten, jalan raya Payakumbuh-Lintau menjadi akses utama masyarakat di banyak nagari yang ada di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. (fdl)
Editor : Novitri Selvia