Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

4 Nagari Terdampak Banjir di Limapuluh Kota, Satu Meninggal Dunia: Satu Orang masih Dalam Pencarian

Syamsu Ridwan • Senin, 25 November 2024 | 14:30 WIB
TERDAMPAK PARAH: Kondisi Jorong Siamang Bunyi, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota pasca diterjang banjir bandang, Minggu (24/11). (DOKUMEN BPBD UNTUK PADEK)
TERDAMPAK PARAH: Kondisi Jorong Siamang Bunyi, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota pasca diterjang banjir bandang, Minggu (24/11). (DOKUMEN BPBD UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Akibat intensitas curah hujan yang tinggi pada Jumat (22/11) hingga Sabtu pagi (23/11), empat nagari di Kabupaten Limapuluh Kota dilanda banjir. Dari empat nagari yang terdampak, satu di antaranya mengalami banjir bandang.

Banjir bandang terjadi di Jorong Siamang Bunyi, Kenagarian Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, yang mengakibatkan dua orang dilaporkan hilang.

Korban bernama Refnizal, 65, ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, sementara istrinya, Yul Efendi, diduga terbawa arus dan masih dalam pencarian.

“Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian korban yang hilang. Banjir bandang terjadi di Siamang Bunyi pada Jumat malam, sekitar pukul 23.40,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol.

Selain satu korban meninggal dan satu orang yang masih dalam pencarian di Jorong Siamang Bunyi, terdapat juga kerusakan material, yakni delapan rumah yang rusak berat dan badan jalan yang tertutup pohon serta kayu besar.

“Ada juga satu unit ambulans yang terbawa arus pada Jumat malam tersebut, dan satu unit motor dilaporkan hilang terbawa arus. Selain itu, enam ekor kambing peliharaan juga terbawa banjir,” ungkapnya.

Banjir juga terjadi di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (23/11) sekitar pukul 04.45.

Banjir ini disebabkan oleh luapan Sungai Batang Mahat, yang mengakibatkan terendamnya hamparan lahan sawah dan rumah warga, serta menutup akses jalan Sumbar-Riau selama lima jam.

“Banjir merendam beberapa rumah warga dan fasilitas umum di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, tepatnya di sembilan jorong,” ujar Rahmadinol.

Kesembilan jorong yang terdampak adalah Jorong Sopang, Jorong Pauah Anok, Jorong Tigo Balai, Jorong Pasar Baru, Jorong Pasar Usang, Jorong Lokuak Godang, Jorong Lubuak Nago, Jorong Banjaranah, dan Jorong Koto Panjang.

Pasca banjir di Pangkalan, kata Rahmadinol, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Pemerintah Nagari Pangkalan, Dinas Sosial, dan lintas sektoral lainnya.

“Setelah banjir surut, masyarakat mulai membersihkan rumah dan fasilitas umum yang terdampak, sementara pemerintah nagari telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak dan tidak dapat beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.

Di Nagari Malintang, banjir terjadi Sabtu (23/11) sekitar pukul 04.00, akibat tingginya debit air Sungai Batang Talagiri dan Batang Sungai Manggilang.

“Banjir ini menyebabkan dua jorong di Nagari Malintang terendam, yaitu Jorong Pasa dan Jorong Subarang Pasa,” tambahnya.

Sementara itu, di Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, terjadi banjir bandang Jumat (22/11) sekitar pukul 23.00. Jorong yang terdampak adalah Jorong Ambacang Kunyik dan Jorong Pauh Sangik.

“Banjir di Jorong Ambacang Kunyik menyebabkan 1 unit jembatan rusak berat, 1 hektar persawahan milik masyarakat rusak, 2 rumah (3 KK) terendam, dan 1 mushalla juga terendam. Sepuluh hektar sawah milik masyarakat juga rusak akibat terjangan banjir bandang,” jelas Rahmadinol.

Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terisolir di Jorong Ambacang Kunyik sebanyak 66 KK dengan 217 jiwa, sementara di Jorong Pauh Sangik terdapat 257 KK yang terisolir.

“Untuk saat ini, penanganan darurat sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak. Selain itu, pembersihan fasilitas umum yang rusak serta penanganan akses jalan yang tertutup material banjir bandang memerlukan alat berat,” ungkapnya.

Rahmadinol menambahkan bahwa debit air di beberapa wilayah yang terdampak banjir sudah mulai surut. Masyarakat pun mulai membersihkan rumah dan fasilitas umum mereka.

Namun, material banjir bandang yang cukup besar masih memerlukan pembersihan dengan alat berat, karena tidak dapat dibersihkan secara manual.(rid)

Editor : Novitri Selvia
#Kecamatan Guguak #BPBD Kabupaten Limapuluh Kota #Rahmadinol #banjir bandang