Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemotongan Anggaran Pendidikan Disorot Mahasiswa, Demo Mahasiswa di Gedung DPRD Limapuluh Kota

Syamsu Ridwan • Kamis, 6 Maret 2025 | 18:30 WIB

PRIHATIN: Ratusan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) berunjuk rasa di halaman DPRD Limapuluh Kota, kemarin (5/3).(RIDWAN SY/PADEK)
PRIHATIN: Ratusan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) berunjuk rasa di halaman DPRD Limapuluh Kota, kemarin (5/3).(RIDWAN SY/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Ratusan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) atau biasa disebut Politani unjuk rasa di gedung DPRD Limapuluh Kota, kawasan Bukik Limau, Kecamatan Harau, Rabu (5/3) pagi.

Aksi ini bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah dinilai merugikan. Di hadapan pimpinan DPRD, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan salah satunya kebijakan efisiensi presiden.

”Kami menilai kebijakan efisiensi yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto sangat merugikan, terutama sektor pendidikan. Pemotongan anggaran berdampak pada kegiatan praktik di luar kampus yang menjadi bagian penting proses belajar,” sebut Presiden BEM Politani, Hanif Hasibuan.

Dia juga menyoroti praktik monopoli gambir yang merugikan petani lokal. ”Kami mahasiswa mendesak penindakan terhadap oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Kami juga menyuarakan keprihatinan terhadap isu LGBT di daerah kami,” ucapnya.

Pihaknya juga menuntut penyelesaian program-program kepala daerah yang belum terealisasi. ”Kita juga menyoroti tidak dimasukkannya Undang-Undang Perampasan Aset dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Padahal, Presiden Prabowo Subianto berjanji akan mengejar koruptor,” ujarnya.

Hanif juga menyampaikan kekecewaannya terhadap wakil rakyat dan pemerintah daerah. Ia mempertanyakan fungsi anggota DPRD jika aspirasi mahasiswa tidak didengar dan disampaikan kepada pemerintah pusat.

”Apa gunanya Anda dipilih? Kami harapkan aspirasi kami ini disampaikan kepada pemerintah pusat. Anggota DPRD yang nyaman duduk di kursi, jangan buta ketika sudah duduk,” tegas Hanif.

Mahasiswa berjanji akan terus berjuang sampai tuntutan mereka dipenuhi. Mereka tidak ingin aspirasi mereka hanya didengar tanpa ada tindakan nyata.

Massa aksi memulai long march dari kampus mereka menuju gedung DPRD, dengan pengawalan ketat dari aparat Polres Limapuluh Kota,TNI, dan Satpol PP. Dalam aksi terebut, terlihat Kapolres Limapuluh Kota AKBP Syaiful Wachid, turut memantau langsung jalannya aksi. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#PPNP #demo mahasiswa #dprd limapuluh kota