PADEK.JAWAPOS.COM-Meskipun libur panjang Idul Fitri telah berakhir, Wisata Alam Kapalo Banda di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, tetap menjadi magnet bagi wisatawan.
Destinasi yang terkenal dengan keindahan aliran sungai dan hijaunya pepohonan ini telah mencatatkan lonjakan kunjungan yang signifikan selama libur Lebaran, dan hingga kini masih ramai dikunjungi.
Yandi Kurnia Putra, pengelola Ekowisata Kapalo Banda, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung mulai terasa sejak hari kedua Idul Fitri. “Sejak hari kedua Lebaran, hingga sekarang, Kapalo Banda terus dipadati pengunjung,” ujar Yandi saat dihubungi Padang Ekspres.
Yandi kemudian merinci asal wisatawan yang berkunjung. “Sekitar 70 persen pengunjung berasal dari Provinsi Riau. Sementara 15 persen lainnya merupakan wisatawan lokal dari luar Payakumbuh dan Limapuluh Kota, dan 15 persen sisanya datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bali, dan lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, rata-rata kunjungan harian mencapai 3.000 orang, dengan puncaknya terjadi pada hari Jumat, atau hari ketiga Lebaran, yang mencatatkan jumlah pengunjung sekitar 5.000 orang.
“Pada akhir pekan biasa, jumlah pengunjung berkisar antara seribu hingga dua ribu orang, sedangkan pada hari kerja sekitar 500 hingga seribu orang,” tambahnya.
Kapalo Banda menawarkan berbagai kegiatan menarik bagi pengunjung. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain rakit bambu untuk menyusuri sungai, wahana off-road dan ATV untuk petualangan adrenalin, serta penyewaan pelampung untuk menikmati kesegaran air sungai.
“Untuk rakit bambu, tarifnya Rp 25.000 per rakit yang dapat menampung empat orang dewasa selama satu jam. Wahana off-road reguler mulai Rp 800.000 per unit. Sedangkan penyewaan pelampung dihargai antara Rp 5.000 hingga Rp 30.000, dengan durasi tidak terbatas,” terang Yandi.
Meskipun lonjakan pengunjung terjadi selama libur Lebaran, Yandi menegaskan bahwa harga tiket masuk tetap terjangkau, yaitu Rp 5.000 per orang, tanpa adanya kenaikan harga selama masa libur.
“Harga tiket tetap sama seperti hari biasa, tanpa ada penyesuaian khusus selama liburan Lebaran,” tegas Yandi.
Yandi juga memprediksi bahwa dengan berakhirnya libur Lebaran, jumlah pengunjung akan sedikit menurun. Namun, tingginya antusiasme wisatawan saat ini menandakan bahwa Kapalo Banda akan tetap menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Limapuluh Kota.
Salah seorang pengunjung, Nur Hayati, 42, warga Kota Pekanbaru, mengungkapkan bahwa liburan Lebaran selalu menjadi momen untuk pulang kampung ke Sumbar.
“Meskipun saya asal Bukittinggi, saya sudah lama menetap di Pekanbaru. Setiap Lebaran, kami sekeluarga selalu mencari tempat wisata, dan tahun ini kami memilih Kapalo Banda sebagai destinasi wahana air,” ujarnya singkat.(rid)
Editor : Novitri Selvia