Genangan air setinggi sejengkal orang dewasa ini merendam jalan sepanjang sekitar 50 meter dan menutup seluruh lebar jalan, baik kanan maupun kiri.
Akibat kondisi ini, aktivitas ekonomi di sekitar lokasi juga terganggu, dengan air yang merembes hingga menutupi beberapa tempat usaha. Para pengendara yang melintas terpaksa ekstra hati-hati untuk menghindari kecelakaan.
Erizal (41), salah seorang warga menyebutkan bahwa, genangan air di lokasi ini sudah menjadi "langganan" setiap kali hujan turun, meskipun dalam intensitas ringan dan durasi singkat.
"Drainase tertutup menjadi penyebab utama genangan ini. Ini sudah sering terjadi," ujarnya.
Kondisi ini semakin meresahkan warga mengingat status jalan tersebut sebagai jalan negara di Ibu Kota Kabupaten. Erizal berharap pemerintah daerah atau pihak terkait segera mengambil tindakan serius untuk memperbaiki drainase dan mencegah banjir berulang.
Senada dengan itu, Ardy (34), warga Harau yang melintas saat kejadian, menyatakan kewaspadaan yang lebih tinggi saat berkendara di lokasi tersebut.
"Harapannya, pemerintah bisa segera memperbaiki masalah ini agar tidak ada lagi genangan saat hujan," ungkap Ardy.
Warga sekitar berharap keluhan mereka segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah untuk mengatasi masalah drainase dan memastikan ruas jalan tersebut tidak kembali terendam banjir. (rid)
Editor : Hendra Efison