PADEK.JAWAPOS.COM-Kebakaran hutan dan lahan di Jorong Tarantang, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau pada Senin (23/6) siang berpotensi meluas ke arah bawah. Asap tebal pun membumbung tinggi, terlihat dari kejauhan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengungkapkan bahwa luas lahan yang terbakar kini diperkirakan hampir mencapai 5 hektare.
“Api masih menjalar di kawasan perbukitan, tapi potensinya sekarang mengarah ke bawah. Area yang terbakar adalah lahan gambut dan semak-semak kering. Kedalaman gambut sekitar 5 cm, sangat mudah terbakar,” jelasnya kemarin (24/6).
Ia menyebutkan, api mulai diketahui sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (23/4) dan tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan Dinas Kehutanan langsung dikerahkan. Namun, kondisi medan yang curam membuat proses pemadaman sangat sulit.
“Saat ini api membakar bagian pinggang bukit, namun karena kondisinya sangat terjal, kami belum bisa berbuat banyak. Api di puncak sudah padam, tapi di bagian bawah masih aktif,” ujar Rahmadinol.
Upaya pemadaman dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Petugas membawa tiga unit pompa air berkapasitas 15 liter, namun upaya penyiraman tak membuahkan hasil karena tekanan air tak mampu menjangkau titik api.
“Akhirnya kami pakai cara manual, dengan memukul-mukul api menggunakan ranting dan alat seadanya,” katanya. Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan oleh warga di bagian bawah bukit.
“Kalau dilihat dari kondisi awal, api berasal dari bawah lalu menjalar ke atas karena angin kencang dan kondisi kering. Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Ini sangat berbahaya,” tegas Rahmadinol.
Selama proses pemadaman, petugas gabungan menemukan barang bukti berupa alat pemotong kayu (chainsaw) yang diduga digunakan sebelum kebakaran terjadi. Barang bukti tersebut kini diamankan oleh Dinas Kehutanan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memantau pergerakan api dan mencegah penyebaran lebih luas. Proses pemadaman lanjutan akan dilaksanakan hari ini, dengan fokus mencegah api merambat jauh lagi. (rid)
Editor : Novitri Selvia