Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Rusak Hambat Akses Wisata Nagari Balai Panjang

Syamsu Ridwan • Senin, 7 Juli 2025 | 12:45 WIB

BUTUH PERHATIAN: Jalan berlubang menuju Pemandian Lembah Mangkisi yang dikeluhkan wisatawan. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat geliat wisata di daerah tersebut.(DOKUMEN PADEK)
BUTUH PERHATIAN: Jalan berlubang menuju Pemandian Lembah Mangkisi yang dikeluhkan wisatawan. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat geliat wisata di daerah tersebut.(DOKUMEN PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Objek wisata Pemandian Lembah Mangkisi di Jorong Lurah Bukik, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, kian populer dalam beberapa bulan terakhir.

Pembenahan yang dilakukan oleh Pemerintah Nagari bersama Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), dengan dukungan Dana Desa Tahun Anggaran 2023, turut mendorong meningkatnya minat wisatawan.

Tak hanya itu, kawasan ini juga mendapat bantuan pengembangan dari Kementerian Desa melalui Dana Aspirasi Anggota DPR RI Komisi V, M. Iqbal, sebesar Rp400 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung seperti kios, gazebo, dan toilet umum.

Namun, di balik geliat pembangunan itu, kondisi jalan menuju lokasi wisata justru sangat memprihatinkan. Akses dari Simpang Empat Subarang Aia ke Pemandian Lembah Mangkisi mengalami kerusakan cukup parah.

Beberapa ruas masih berupa jalan tanah berlubang dan sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan. Keluhan datang dari wisatawan, salah satunya Nur Alamsyah, pengunjung asal Kota Bukittinggi yang datang bersama ratusan anggota komunitas mobil untuk berkemah dan berwisata di kawasan tersebut akhir pekan lalu.

“Alhamdulillah, objek wisatanya cukup dikenal dan mulai ramai. Selain pemandian, tempat ini cocok untuk kegiatan berkemah. Tapi akses jalannya benar-benar rusak parah dan sangat mengganggu kenyamanan pengunjung,” keluh Nur Alamsyah, Minggu (6/7).

Ia juga menyoroti kurangnya papan penunjuk arah serta minimnya fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus). “Penunjuk arah masih sangat terbatas. Fasilitas MCK juga perlu ditambah, terutama jika pengunjung ramai seperti kami dari komunitas. Kekurangannya sangat terasa,” tambahnya.

Nur berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera memperbaiki akses jalan, termasuk membangun pos retribusi dan fasilitas dasar lainnya untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Sementara itu, Wali Nagari Balai Panjang, Idris, mengaku senang dengan meningkatnya kunjungan ke Lembah Mangkisi. Ia menyebut destinasi tersebut kini tak hanya menjadi lokasi singgah, tetapi sudah menjadi tujuan wisata utama, terutama saat liburan sekolah.

“Alhamdulillah, sekarang banyak yang menjadikan Lembah Mangkisi sebagai tujuan wisata. Selain berenang, pengunjung juga bisa berkemah bersama keluarga atau komunitas,” kata Idris, didampingi Jorong Lurah Bukik Tatang Espia dan Direktur BUMNag Balai Panjang, Nora Novia.

Idris juga menyampaikan bahwa lonjakan pengunjung datang tidak hanya dari Sumatera Barat, tapi juga dari Provinsi Riau. Ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa Lembah Mangkisi memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh.

“Kami berharap kekurangan yang dikeluhkan pengunjung, terutama akses jalan dan fasilitas umum, bisa segera ditangani agar jumlah wisatawan terus meningkat,” harapnya.

Ia menegaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan faktor kunci dalam pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya. “Akses jalan yang baik menjadi daya tarik utama agar wisatawan mau datang dan kembali lagi ke sini,” tutup Idris.(rid)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Balai Panjang #Pemandian Lembah Mangkisi #jalan rusak