PADEK.JAWAPOS.COM-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Limapuluh Kota. Kali ini, api membakar area seluas sekitar 0,5 hektare di Jorong Tarantang, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, pada Senin (7/7) sekitar pukul 10.00.
Informasi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Limapuluh Kota menyebutkan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat, yang dilakukan saat cuaca panas dan kering akibat musim kemarau.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kobaran api cukup mengkhawatirkan karena berada tak jauh dari kawasan penginapan dan homestay wisata di sekitar Panorama Harau.
Titik-titik api membakar semak belukar dan pepohonan kering di lereng perbukitan yang menjadi bagian dari destinasi wisata alam unggulan Sumbar itu.
“Kondisi cuaca cerah, suhu mencapai 29°C, kelembapan hanya 51 persen, sehingga api cepat menyebar,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, kepada Padang Ekspres, Selasa (8/7).
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun lahan yang terbakar mengalami kerusakan ringan. Asap tebal yang ditimbulkan turut berdampak pada kualitas udara di kawasan wisata dan permukiman warga sekitar.
Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI, Polri, perangkat nagari, serta masyarakat langsung dikerahkan untuk memadamkan api.
Tiga unit kendaraan operasional turut diterjunkan ke lokasi, yakni satu unit mobil tangki oranye BPBD, satu unit mobil operasional L300 BPBD, dan satu unit mobil pemadam kebakaran.
“Api berhasil dipadamkan dengan cepat, berkat koordinasi yang baik dan pasokan air yang cukup di lapangan,” jelas Rahmadinol.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD bersama pemerintah nagari melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Imbauan diberikan agar warga tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.
“Kami akan terus mengedukasi masyarakat, karena saat ini kita sudah memasuki musim kemarau. Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat tajam,” tegas petugas Pusdalops BPBD.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan terkendali. Namun, petugas tetap siaga mengantisipasi kemungkinan kebakaran susulan, mengingat suhu udara di kawasan Harau masih tinggi dan curah hujan rendah. (rid)
Editor : Novitri Selvia