PADEK.JAWAPOS.COM-Bencana alam angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (27/7) sore. Hembusan angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras mengakibatkan kerusakan rumah di dua kecamatan.
Yakni Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kecamatan Luhak.
Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota Rahmadinol menyebutkan, wilayah yang terdampak puting beliung adalah Jorong Kapalobukik, Nagari Batupayuang dan Nagari Bukiksikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
“Di Jorong Kapalobukik, ada tujuh rumah yang terdampak. Empat di antaranya mengalami kerusakan berat, sementara tiga lainnya mengalami rusak sedang dan ringan,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian.
Tak hanya rumah, dua anak dilaporkan ikut terdampak saat kejadian. Namun, kondisinya telah ditangani dan tidak mengalami luka serius.
Selain itu, bencana serupa juga melanda wilayah Kecamatan Luhak. Di Nagari Mungo, sebuah rumah tertimpa pohon tumbang akibat terpaan angin. Sementara itu, satu rumah lainnya di Nagari Sungai Kamuyang mengalami kerusakan berat.
“Untuk sementara, dua rumah warga di Jorong Kapalobukik terpaksa mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Total ada tiga kepala keluarga yang mengungsi. Kami bersama pemerintah nagari dan kepala jorong telah mengupayakan pendirian dapur umum guna mengantisipasi kebutuhan para pengungsi,” jelas Rahmadinol.
Salah satu warga terdampak, Raud Delfi, 23, mengaku saat kejadian ia tengah berada di dalam rumah. Tak lama setelah hujan turun, angin kencang datang secara tiba-tiba.
“Sekitar pukul 17.00 WIB, setelah hujan turun lima menit, datanglah angin kencang. Tiba-tiba terdengar suara keras dari atap rumah, lalu tampak seng beterbangan. Angin datang seperti bolak-balik dari atas dan bawah. Saya lihat rumah-rumah tetangga rusak diterjang angin,” ungkap Raud.
Menurutnya, hujan berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, sementara badai berlangsung sekitar 15 menit. BPBD Limapuluh Kota hingga kini masih melakukan pendataan lanjutan serta koordinasi dengan pemerintah setempat untuk langkah penanganan dan rehabilitasi rumah warga yang rusak.
“Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan,” tukasnya. (rid)
Editor : Novitri Selvia