PADEK.JAWAPOS.COM-Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Limapuluh Kota terus dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan penaburan garam di udara.
Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih melaksanakan penerbangan untuk rekayasa cuaca, demi memancing hujan di wilayah rawan kebakaran.
“Hingga saat ini (red, kemarin) penaburan garam untuk rekayasa cuaca masih terus dilakukan. Pagi tadi telah dilakukan penerbangan dan berhasil memicu hujan di Maek. Siang ini akan dilakukan lagi untuk kedua dan ketiga kalinya,” ujar Rahmadinol pada Minggu (27/7).
Ia menjelaskan, kegiatan penerbangan dilakukan hingga tiga kali sehari, tergantung pada potensi awan hujan yang terpantau di wilayah Limapuluh Kota.
“Aktivitas kami tetap berjalan karena masih dalam status tanggap darurat, yang berlaku sampai 30 Juli mendatang,” lanjutnya.
Meski sejumlah titik api telah padam, dan tidak ada lagi hotspot terpantau hingga Minggu siang (27/7), BPBD belum mencabut status tanggap darurat, karena tanggap darurat Karhuta sampai tanggal 30 Juli mendatang.
“Aktivitas pemadaman api secara langsung memang sudah tidak ada, tapi karena status tanggap darurat masih berlaku,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa kawasan Lembah Harau dan Rimbo Data, Kecamatan Pangkalan Kota Baru, sudah mengalami hujan lebat beberapa hari terakhir. Kondisi ini membantu mempercepat proses pemadaman alami di kawasan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan data sementara yang dihimpun dari nagari-nagari di Limapuluh Kota, luas lahan yang terdampak karhutla ditaksir mencapai 865 hektare.
“Itu data yang kami peroleh dari laporan resmi nagari dalam rapat koordinasi. Data finalnya akan dirilis oleh Dinas Kehutanan,” jelas Rahmadinol.
Di sisi lain, warga setempat juga mulai merasakan perubahan cuaca. Yunismar (54), warga Jorong Tarantang, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, menyebut hujan mulai turun di kawasan Harau sejak Sabtu sore.
“Pada hari Sabtu sore telah terjadi hujan dengan intensitas sedang, sekitar pukul 15.00 hingga 17.30 WIB,” ungkapnya.
Namun, menurutnya, pada hari Minggu (27/7) sekitar pukul 15.00 WIB hujan belum turun. “Hari ini hanya hujan sedikit, dan malamnya cuaca terasa panas,” tutupnya.
Di nagari lainya di Kabupaten Limapuluh Kota, tepatnya di Nagari Tanjuang Haro Sakabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh pada hari Minggu (27/7) sore terjadi hujan disertai badai.
“Saat ini sedang hujan badai di kampung kami, hujan baru terjadi dalam dua hari yang lalu, tapi dengan intensitas sedang,” singkatnya. (rid)
Editor : Novitri Selvia