Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ketua Osis Tertimpa Masalah, Siswa SMPN 1 Situjuah Galang Dana

Syamsu Ridwan • Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:00 WIB

PEDULI: Siswa SMP Negeri 1 Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, menggalang dana di lingkungan sekolah untuk membantu Ketua OSIS mereka, Zahira, 15, yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi.
PEDULI: Siswa SMP Negeri 1 Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, menggalang dana di lingkungan sekolah untuk membantu Ketua OSIS mereka, Zahira, 15, yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi.

PADEK.JAWAPOS.COM-Rasa solidaritas yang kuat ditunjukkan oleh ratusan pelajar di SMP Negeri 1 Situjuah, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Mereka beramai-ramai menggalang dana untuk meringankan beban Zahira,15, Ketua OSIS sekaligus rekan mereka, yang kini berjuang menghidupi diri sendiri setelah ibunya ditahan oleh pihak Imigrasi karena persoalan kewarganegaraan.

Dana yang terkumpul tidak hanya ditujukan untuk membantu orang tua Zahira, tetapi juga untuk menyokong kebutuhan sehari-hari siswi kelas X tersebut. Sejak penahanan ibunya, Zahira terpaksa bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Zahira diketahui menghadapi cobaan berat setelah ibunya, Nur Amirah, 37, ditahan di Kantor Imigrasi Agam karena permasalahan dokumen kewarganegaraan.

Sebelum penahanan, keduanya bekerja bersama di peternakan puyuh dan kambing untuk menyambung hidup. Penahanan tersebut membuat kondisi ekonomi keluarga ini seketika memburuk.

Kepala SMP Negeri 1 Situjuah, Adriadi, yang didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Taufik Al-Ghifary, pada Rabu pagi (1/10), menegaskan komitmen pihak sekolah untuk turut membantu.

“Iya, hari ini OSIS didukung pihak sekolah menggalang bantuan untuk teman mereka, Zahira, yang juga Ketua OSIS, sebab saat ini orang tua Zahira, Nur Amirah (37), masih ditahan di Imigrasi karena persoalan kewarganegaraan,” ujar Adriadi.

Bantuan yang digalang bersama para guru direncanakan akan diserahkan langsung kepada Zahira dan ibunya. “Kami ingin meringankan beban mereka,” tambahnya.

Pihak sekolah mengungkapkan bahwa persoalan yang dihadapi Nur Amirah membawa dampak signifikan terhadap proses belajar Zahira.

“Ia (Zahira) adalah anak yang berprestasi, juara umum, dan juga Ketua OSIS. Akibat persoalan yang dihadapi orang tuanya, ia bahkan tidak bisa mengikuti ujian atau Penilaian Akhir Semester,” jelas Adriadi.

Selain menggalang dana, pihak sekolah juga melakukan kunjungan ke tempat penahanan Nur Amirah sebagai bentuk dukungan moral, agar Zahira dan ibunya tetap tabah menghadapi situasi ini.

“Kita juga mengunjungi Nur Amirah. Ini bentuk dukungan agar persoalan yang dihadapi bisa segera selesai,” ujar perwakilan sekolah.

Saat ini, Zahira masih belum kembali ke sekolah. Ia menyampaikan kekhawatiran besar bahwa ibunya akan dideportasi ke Malaysia. Zahira berharap ibunya segera dibebaskan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Pihak sekolah berharap, dengan dukungan finansial dan moral yang diberikan, Zahira tetap semangat dan tegar menjalani masa sulit ini.

“Kami berharap ia tetap kuat dan tegar menghadapi persoalan-persoalan yang ada. Kami selalu memberikan bantuan dan dorongan agar ia tetap kuat,” tutup Adriadi. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#galang dana #deportasi #SMPN 1 Situjuah Limo Nagari #Kasus Zahira